ICC: Vonis Penangkapan Netanyahu dan Gallant Masih Berlaku
POROS PERLAWANAN – Jubir Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Fadi Abdullah menyatakan, tekanan dan embargo AS tidak menghalangi lembaga ini dalam menjalankan tugasnya untuk menangkap para petinggi Rezim Zionis.
“Vonis penangkapan Benyamin Netanyahu dan Yoav Gallant masih berlaku. Investigasi pun masih terus berlangsung,” kata Abdullah pada Rabu malam 8 Oktober, Fars memberitakan.
“Palestina telah memberikan kelayakan kepada ICC untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan Israe di wilayahnya atau terhadap para warganya di berbagai negara,” imbuhnya saat diwawancarai al-Jazeera.
Menurutnya, penggunaan kelaparan sebagai senjata perang adalah salah satu faktor utama dirilisnya vonis penangkapan PM Israel dan mantan Menteri Perang Zionis tersebut.
“Setelah mengambil keputusan tersebut, kami tidak terpengaruh oleh tekanan dan embargo AS,” tandas Abdullah.
“Kami tidak memiliki pasukan militer atau polisi untuk menangkap para tersangka. Kami meminta dari negara-negara anggota Pakta Roma untuk melakukannya.”
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Penerangan Ansharullah, Nasrudin Amir dalam statemennya pada Kamis dini hari menyatakan, kesabaran dan pengorbanan warga Gaza selama 2 tahun akhirnya membuahkan hasil dengan diterimanya gencatan senjata oleh Rezim Zionis.
Menanggapi kabar terwujudnya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Amir mengatakan,”Dua tahun silam di hari seperti ini, Perlawanan di Gaza mengumumkan bahwa para tawanan Zionis hanya akan dipulangkan melalui jalur perundingan. Namun Israel berkata akan memulangkan mereka dengan cara kekerasan. Seluruh dunia zalim bersama dengan Israel dalam hal ini.”
“Pada saat ini, berkat izin Allah, pengorbanan para pejuang serta keteguhan dan kesabaran warga Gaza telah membuat takjub seluruh dunia. Pengorbanan garis depan yang hingga kini membela Gaza telah membuahkan hasil.”
“Dua tahun lalu pada hari semacam ini, rakyat Yaman, pemimpin kita, dan Militer memberi tahu warga Gaza bahwa mereka tidak dan tak akan pernah sendirian. Kita bersama mereka hingga kemenangan tercapai.”
