Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Sebut Soal Hengkangnya para Pimpinan Perlawanan dari Gaza ‘Tuntutan Absurd Tak Berdasar’

Hamas Sebut Hengkangnya para Pimpinan Perlawanan dari Gaza ‘Tuntutan Absurd Tak Berdasar’

POROS PERLAWANAN – Pada hari kedua setelah penandatanganan gencatan senjata di Gaza, sementara penduduk Gaza kembali ke utara dari selatan, Hamas mengumumkan bahwa mereka tidak akan ikut serta dalam upacara resmi penandatanganan gencatan senjata.

Diberitakan Fars, selain mengumumkan keputusan tersebut, Hamas juga sekali lagi menyatakan penolakan tegasnya terhadap pelucutan senjata. Penandatanganan kesepakatan ini direncanakan akan dilakukan di Mesir.

Dalam wawancara dengan Kantor Berita AFP  pada Sabtu 11 Oktober, Hussam Badran, salah satu pemimpin kantor politik Hamas, memperingatkan bahwa jika perang dimulai kembali, Perlawanan Palestina akan memberikan respons terhadap setiap agresi Israel.

Badran menyatakan bahwa tahap kedua perundingan dengan Israel akan lebih sulit dan rumit. Dia menilai spekulasi tentang kemungkinan pemimpin Hamas meninggalkan Gaza sebagai hal yang absurd dan tidak berdasar.

Seorang pejabat Hamas yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, permintaan untuk melucuti senjata Hamas yang diajukan dalam proposal Presiden AS Donald Trump tidak menjadi bagian dari pembahasan. Dia juga menegaskan bahwa masalah penyerahan senjata tidak menjadi bagian dari pembahasan.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, pada Jumat lalu mengatakan bahwa pembicaraan mengenai masalah senjata di dalam Palestina akan dilakukan demi mengambil keputusan akhir dalam hal ini. Qassem menganggap senjata Hamas sebagai hal yang sah dalam rangka melindungi rakyat Palestina, dan mengatakan: “Kami memiliki tanggung jawab nasional untuk mencari solusi atas masalah senjata ini.”

Hamas sebelumnya mengatakan bahwa beberapa poin dalam proposal Trump untuk menghentikan perang memerlukan pembahasan dan evaluasi. Namun pada saat yang sama, Hamas menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proposal tersebut.

Setelah menyetujui tahap pertama kesepakatan ini dan setelah beberapa hari negosiasi tidak langsung dengan Hamas di Sharm el-Sheikh, Mesir, Israel pada Jumat siang lalu mengumumkan bahwa gencatan senjata telah diberlakukan. Rencana ini mencakup gencatan senjata segera, penarikan pasukan Israel dari beberapa wilayah di Gaza, pertukaran tawanan antara kedua belah pihak, dan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *