Rapor Gemilang Yaman: Ubah Perimbangan dengan 758 Operasi dalam 2 Tahun
POROS PERLAWANAN – Setelah dua tahun dukungan dan bantuan Yaman terhadap Perlawanan Gaza, kini perairan Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Makran hingga Samudra Hindia, menjadi kian berbahaya bagi kapal-kapal Israel, Amerika Serikat, dan Inggris daripada sebelumnya.
Fars melaporkan, Angkatan Bersenjata Yaman telah melakukan lebih dari 758 operasi militer, termasuk 1.835 serangan rudal balistik, rudal jelajah, dan rudal anti-kapal, serta serangan perahu dan kapal kamikaze. telah menciptakan persamaan kekuatan baru di wilayah tersebut.
Operasi laut dimulai pada 19 November 2023, saat pasukan Yaman menangkap kapal Israel “Galaxy Leader” dengan 25 awak kapal. Setelah itu, serangan-serangan berulang terhadap 25 kapal Israel dilakukan hingga akhir September 2025. Serangan-serangan tersebut melibatkan penggunaan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone di berbagai wilayah, termasuk Teluk Aden, Laut Merah, Laut Makran, Laut Mediterania, dan Samudera Hindia.
Secara keseluruhan, 76 kapal, yang melanggar undang-undang Yaman tentang pelayaran menuju Israel, telah menjadi sasaran. Di antaranya, 41 kapal di Laut Merah, 13 kapal di Teluk Aden dan Laut Makran, 5 kapal di Laut Mediterania, serta dua serangan ke Pelabuhan Haifa dengan kerja sama kelompok-kelompok Perlawanan Irak.
Pasukan Yaman terlibat dalam lebih dari 100 pertempuran laut dengan Angkatan Laut AS dan menargetkan kapal induk, kapal perang, dan kapal logistik di Laut Merah, Teluk Aden, dan Samudra Hindia. Operasi paling penting termasuk serangan terhadap kapal induk AS “Eisenhower” pada 31 Mei 2024 dengan menggunakan rudal jelajah, balistik, dan drone.
Kemudian terjadi serangkaian konfrontasi dengan kapal induk USS Harry Truman. Dalam rentang Januari hingga April 2025, Yaman telah melancarkan lebih dari 30 serangan. Dalam salah satu serangan tersebut, 18 rudal balistik dan rudal jelajah diluncurkan, dua pesawat tempur F-18 jatuh, dan kapal tersebut terpaksa mundur ke utara di Laut Merah. Selain itu, kapal induk USS Carl Vinson menjadi sasaran serangan rudal balistik pada 18 dan 21 April 2025.
Di sektor perdagangan, Pasukan Yaman menargetkan 30 kapal AS antara 7 Oktober 2023 hingga 31 Desember 2024. Di antaranya adalah kapal-kapal milik perusahaan APL dan TORM. Dalam beberapa serangan, lebih dari 11 rudal balistik diluncurkan ke satu target, seperti serangan terhadap kapal AS OLYMPIC SPIRIT pada 10 Oktober 2024. Kapal-kapal Inggris juga 13 kali menjadi sasaran, termasuk kapal selam Diamond yang menjadi sasaran rudal balistik pada 9 Juni 2024.
Di sisi lain, AS dan Inggris telah melancarkan ratusan serangan udara untuk melumpuhkan kemampuan militer Yaman. Namun tidak ada target strategis yang tercapai. Yaman meluncurkan rudal hipersonik Palestine 2 ke Tel Aviv, Haifa, Beersheba, dan Ashkelon, yang menandai kekalahan historis bagi sistem pertahanan Israel, termasuk Patriot, THAAD, David Sling, dan Iron Dome.
Di tingkat masyarakat, mobilisasi Yaman telah berubah menjadi fenomena nasional yang besar. Sebanyak 354 demonstrasi dan 94.478 aktivitas masyarakat telah dilangsungkan di seluruh provinsi. Deklarasi dukungan untuk Gaza, mulai dari universitas dan sekolah hingga pertemuan suku dan klan, merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah Yaman.
Dalam bidang pendidikan militer masyarakat, al-Masirah melaporkan bahwa pelatihan mobilisasi publik Badai al-Aqsa telah meluluskan lebih dari satu juta seratus ribu orang. Sebanyak 132.046 orang ikut serta dalam level kedua pelatihan. Selain itu, 5.148 manuver, 1.349 pertunjukan militer, dan 3.362 parade militer juga telahd diadakan di berbagai wilayah.
Perlu ditekankan bahwa konflik-konflik ini telah memaksa Washington untuk merevisi aturan konflik. Sistem pertahanan AS tidak mampu menangkis serangan Yaman, dan kapal-kapal induk mereka beberapa kali terpaksa mundur dari Laut Merah. Pelabuhan Eilat sepenuhnya ditutup sejak akhir 2024 dan aktivitas kapal-kapal Israel terhenti. Biaya pengiriman meningkat, dan kerugian bagi Rezim Pendudukan mencapai miliaran Dolar.
Laporan dua tahunan ini menunjukkan perimbangan baru dalam konflik regional: Kemampuan Yaman yang baru muncul ini, yang didukung oleh teknologi dalam negeri dan tekad politik, mampu mengubah peta lalu lintas maritim internasional, serta menarik Washington dan Tel Aviv ke dalam pertempuran melelahkan yang tidak seimbang. Lebih dari 758 serangan telah menjadi simbol dukungan nyata Umat Islam terhadap Gaza, dan Yaman membuktikan bahwa Laut Merah dapat menjadi senjata sekaligus jalur perdagangan.
Rudal dan drone Yaman kini menjadi penggerak perimbangan baru dan mengirim pesan yang jelas: “Siapa pun yang bersekutu dengan pembantaian di Gaza, tidak akan dapat melintasi perairan wilayah tersebut.”
