Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Thailand Mulai Operasi Besar-Besaran untuk ‘Kejar, Tangkap dan Usir Warga Haram Israel’

POROS PERLAWANAN — Kepolisian imigrasi Thailand melancarkan operasi pengejaran, penangkapan, dan deportasi besar-besaran terhadap warga Israel yang tinggal atau beraktivitas secara ilegal di negara tersebut. Aksi ini disebut sebagai operasi paling luas yang pernah dilakukan terhadap warga asing di Thailand.

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Minggu 26 Oktober, Kanal 12 Israel melaporkan bahwa polisi Thailand “melancarkan operasi besar untuk menindak warga Israel yang melanggar hukum dan terlibat dalam kegiatan ilegal di wilayah Thailand”. Laporan itu menambahkan bahwa sejumlah besar warga Israel yang ditangkap tidak memiliki izin tinggal yang sah.

Media Israel itu menulis: “Banyak warga Israel memanfaatkan pesatnya industri pariwisata Thailand untuk menjalankan aktivitas ekonomi ilegal, mengeksploitasi peluang dan infrastruktur negara tersebut demi keuntungan pribadi”.

Beberapa di antara mereka bahkan mempekerjakan warga lokal dan membuka bisnis atas nama penduduk Thailand untuk menghindari aturan hukum.

Kemarahan Publik dan Respons Hukum

Seorang pengacara Israel yang bermukim di Thailand berkata kepada saluran tersebut: “Orang-orang Thailand sangat marah terhadap aktivitas ilegal warga Israel. Mereka menilai hal itu sebagai bentuk penyalahgunaan kondisi dan peluang ekonomi yang ada. Polisi menerima banyak laporan dan pengaduan dari warga lokal terkait masalah ini.”

Pengacara itu menambahkan bahwa banyak warga Israel kini menghadapi dakwaan pidana serius, ancaman hukuman penjara, deportasi permanen, dan larangan masuk kembali ke Thailand.

Pekan lalu, polisi imigrasi Thailand menggerebek sebuah hotel di Bangkok yang dikelola empat warga Israel dan menangkap tiga di antaranya. Pemilik utama hotel dilaporkan melarikan diri sebelum penggerebekan dilakukan.

Menurut laporan Kanal 12 Israel, pihak kepolisian Thailand telah menyusun daftar ratusan warga Israel yang terlibat dalam bisnis ilegal dan penghindaran pajak di negara tersebut.

Kejahatan Finansial dan Jaringan Lintas Negara

Laporan itu juga mengungkap bahwa beberapa warga Israel terlibat dalam kegiatan kriminal lintas batas, termasuk pemalsuan uang. Sejumlah pelaku dilaporkan telah mencetak dan menyebarkan uang Dolar palsu pecahan 50 dan 100 Dolar kepada wisatawan asing, serta bekerja sama dengan kelompok kriminal lokal untuk memproduksi uang palsu pecahan 1.000 Baht.

Seorang warga Israel yang menjalankan bisnis pariwisata ilegal di Thailand mengeluh kepada media: “Musuh utama kami adalah para pengusaha Thailand. Mereka mengikuti kegiatan kami dan segera melaporkan ke polisi begitu mengetahui aktivitas kami. Tujuan mereka jelas: menyingkirkan kami dari sini.”

Pihak polisi imigrasi Thailand menggambarkan warga Israel sebagai “masalah terbesar yang saat ini dihadapi sektor keamanan dalam negeri Thailand”. Sejumlah tersangka Israel telah ditangkap, sementara beberapa lainnya dilaporkan melarikan diri ke Kamboja.

Operasi ini menunjukkan peningkatan ketegasan Pemerintah Thailand terhadap pelanggaran hukum oleh warga asing, khususnya mereka yang dianggap mengeksploitasi ekonomi lokal.

Sementara itu, media Israel menyebut operasi ini sebagai “langkah luar biasa” yang telah memicu kekhawatiran di kalangan komunitas Israel di Asia Tenggara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *