Imbangi Narasi Barat-Zionis, Iran Rilis Film Dokumenter ‘Perang 12 Hari’ Berbahasa Ibrani
POROS PERLAWANAN – Dilansir Mehr, Kantor Berita Tasnim Iran telah merilis film dokumenter berbahasa Ibrani pertama di negara tersebut, berjudul “Missiles Over Bazan,” yang mengungkap narasi strategis tentang konfrontasi tersembunyi antara Iran dan Israel selama Perang 12 Hari.
Menurut Tasnim, dokumenter ini menandai tonggak sejarah dalam produksi media Iran, karena ini adalah film pertama yang dibuat dalam bahasa Ibrani dan secara langsung ditujukan kepada audiens Israel.
“Missiles Over Bazan” menyajikan analisis dan bukti-bukti tentang konfrontasi rahasia antara Iran dan Israel di bidang infrastruktur minyak dan gas; sebuah episode yang dilaporkan mengubah arah konflik dan keseimbangan kekuatan regional.
Melalui kombinasi wawancara ahli, data intelijen, dan rekonstruksi visual, film ini menggambarkan rasionalitas strategis Iran, komando intelijen, dan presisi operasional dalam perang modern.
Produksi ini bertujuan untuk melibatkan opini publik Israel “dari posisi kekuatan dan kenyataan,” serta menawarkan narasi alternatif terhadap penggambaran media Barat dan Israel.
Tasnim menggambarkan proyek ini sebagai “langkah baru dalam pendekatan media Iran terhadap isu Israel.”Proyek ini berusaha mengungkap perspektif dan realitas yang selama ini tidak terlihat oleh audiens berbahasa Ibrani.
Pada 13 Juni, Israel melancarkan serangan yang terang-terangan dan tanpa provokasi terhadap Iran, di saat Washington dan Tehran sedang dalam proses negosiasi nuklir. Serangan Israel memicu perang selama 12 hari yang menewaskan setidaknya 1.064 orang di negara tersebut, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil biasa.
AS juga ikut terlibat dalam perang tersebut dengan membom tiga situs nuklir Iran, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan situs-situs strategis di wilayah yang diduduki serta pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah.
Pada 24 Juni, Iran, melalui operasi balasan yang sukses terhadap baik Rezim Israel maupun AS, berhasil menghentikan agresi tersebut.
