Legislator AS Ungkap Israel Tekan Trump untuk Tutupi Skandal Epstein
POROS PERLAWANAN – Anggota Kongres AS dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, mengatakan bahwa penolakan Donald Trump untuk merilis dokumen dalam kasus Jeffrey Epstein disebabkan oleh tekanan dari Israel dan lobi-lobi Zionis.
Diberitakan Fars, setelah menjadi sasaran kemarahan Trump, Greene dalam wawancara dengan CNN mengeklaim bahwa Epstein adalah agen Mossad dan Israel.
Presiden AS baru-baru ini berbalik melawan anggota Kongres Republik tersebut, yang merupakan tokoh utama dalam gerakan “Make America Great Again.” Trump menyatakan bahwa dia tidak akan lagi mendukung “Crazy Marjorie.”
Marjorie Taylor Greene sebelumnya mengklaim bahwa lobi Israel di AS dan kasus Jeffrey Epstein menyebabkan Trump mengorbankan dirinya.
Dia kini mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara bahwa pemerintah asing mungkin menekan Trump untuk menyembunyikan kasus Jeffrey Epstein.
Menanggapi pertanyaan presenter CNN tentang apa yang dimaksudnya dengan mengatakan bahwa lobi AIPAC dan kasus Epstein menjadi penyebab ketegangan dalam hubungannya dengan Trump, Green menjawab, “Saya pikir pertanyaan sebenarnya adalah apakah Jeffrey Epstein bekerja untuk Israel?”
Mengutip email yang dirilis oleh Komite Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat AS yang menunjukkan hubungan Epstein dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, Green mengatakan, “Saya pikir pertanyaan yang banyak diajukan oleh orang AS adalah apakah Epstein bekerja untuk Israel atau tidak.”
Wakil Rakyat Partai Republik dari Georgia itu menyatakan:,”Kami melihatnya (Epstein) melakukan transaksi bisnis dengan mereka, serta transaksi bisnis yang melibatkan Pemerintah Israel, yang tampaknya telah mengarah ke Badan Intelijen mereka.’
Green menyatakan bahwa Israel berusaha menutupi kasus Epstein dengan menekan Trump.
“Sayangnya, semuanya kembali ke berkas Epstein, dan itu sungguh mengguncangkan,” katanya, menanggapi pertanyaan tentang ketegangan terbarunya dengan Trump.
Anggota Kongres AS itu menggambarkan komentar terbaru Trump, yang menyebutnya sebagai “pengkhianat”, sebagai “sangat menyakitkan.”
“Kata-kata semacam ini dapat memicu orang untuk melawan saya dan membahayakan nyawa saya. Saya yakin negara kita layak mendapatkan transparansi dalam kasus-kasus seperti ini (Jeffrey Epstein),” ujar Greene.
Menolak klaim Trump bahwa perselisihan terbaru mereka disebabkan oleh penolakan Presiden AS terhadap pencalonannya untuk Senat atau Gubernur Georgia, Green mengatakan, “Itu tidak benar. Saya tidak pernah berbicara dengan Presiden tentang pencalonan untuk Senat atau pencalonan untuk Georgia.”
