Isyaratkan Pembalasan, Hizbullah Tegaskan Takkan Biarkan Agresi Israel Berlanjut
POROS PERLAWANAN – Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah Lebanon, Mahmoud Qamati, mengumumkan pada Minggu malam 23 November bahwa pihaknya akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut.
Dilansir Fars, sembari menyatakan bahwa Hizbullah bangga mengumumkan nama-nama syuhadanya, Qamati mengatakan,“Israel menanggapi kesediaan Lebanon untuk berdialog dengan melanjutkan kebijakannya dalam pembunuhan dan teror.”
Qamati bahwa Hizbullah berhak menanggapi serangan-serangan ini= dan menekankan, “Israel melanggar perjanjian, tetapi agresi rezim ini terhadap wilayah Lebanon tidak akan berlanjut.”
Beberapa jam lalu, berbagai sumber berita melaporkan bahwa serangan udara Israel di selatan Beirut menargetkan sebuah tempat tinggal.
Militer Israel, dalam sebuah pernyataan, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan menyatakan bahwa salah satu komandan senior Hizbullah menjadi sasaran serangan.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa lima orang tewas dan 21 orang luka-luka dalam serangan tersebut. Layanan darurat berada di lokasi, dan operasi penyelamatan masih berlangsung.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, mengutip sumber Israel, melaporkan bahwa Zionis telah berkoordinasi dengan Amerika Serikat dalam serangan tersebut.
Merujuk pada upaya Hizbullah untuk mengisi celah keamanan serangan Israel terhadap Lebanon, Qamati mengatakan.“Kami saat ini tidak menggunakan perangkat pintar dan telah beralih ke perangkat-perangkat lain.”
Petinggi Hizbullah ini menyatakan bahwa kecerdasan buatan bertanggung jawab atas gugurnya 90 persen dari orang-orang yang ditargetkan baru-baru ini. “Perang Israel melawan Lebanon dan Hizbullah belum berhenti, dan kami tidak akan membiarkan perang ini berlanjut,” kata Qamati.
Dia menekankan bahwa Hizbullah masih menunggu Pemerintah Lebanon untuk menepati janji-janjinya dalam membebaskan wilayah negara dari pendudukan Israel. Qamati juga memperingatkan bahwa pada waktu yang tepat, Hizbullah akan mengambil keputusan yang diperlukan untuk menghadapi agresi Israel.
Qamatī menyatakan bahwa Hizbullah tidak akan lagi mentolerir tingkat eskalasi ini oleh Israel, lalu menambahkan,“Israel bermaksud untuk melucuti senjata Hizbullah guna menduduki Lebanon. Kita saat ini menyaksikan hal serupa di Suriah.”
