Khawatirkan Pembalasan Hizbullah, Rezim Zionis Perkuat Sistem Pertahanan
POROS PERLAWANAN – Sumber-sumber informasi melaporkan bahwa Rezim Zionis memperkuat sistem pertahanannya di Wilayah Palestina utara yang Diduduki, dipicu kekhawatiran akan operasi pembalasan Hizbullah.
Menurut laporan IRNA, pada Senin 24 November, dari Kantor Berita Sama, setelah pembunuhan salah satu komandan militer Hizbullah, Militer Israel memutuskan meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pertahanan di wilayah utara sebagai antisipasi kemungkinan respons dari Kelompok Perlawanan Lebanon tersebut.
Para analis Israel menilai bahwa Hizbullah telah menyiapkan sejumlah opsi balasan pascasyahidnya Sayyid Haitsam Ali al-Thabathabai, salah satu Komandan paling menonjol dalam struktur militernya. Penembakan rudal ke Wilayah Pendudukan dipandang sebagai salah satu opsi yang realistis, sehingga memacu langkah pertahanan tambahan oleh Israel.
Selain itu, upaya infiltrasi ke pangkalan Israel dari wilayah Lebanon, kemungkinan dimulainya kembali operasi rudal oleh Yaman karena hubungan dekat Thabathabai dengan Ansharullah, serta berbagai bentuk tekanan militer lainnya, juga disebut sebagai skenario yang masuk dalam pertimbangan Hizbullah.
IRNA melaporkan bahwa Hizbullah sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kesyahidan Haitsam Ali al-Thabathabai, atau biasa dijuluki “Sayyid Abu Ali”, yang digambarkan sebagai salah satu Komandan jihad terkemuka. Hizbullah menyebut tindakan Israel sebagai agresi pengecut terhadap Lebanon dan rakyatnya.
Pada awal pernyataannya, Hizbullah mengutip ayat Al-Qur’an: “Di antara kaum Mukmin, ada yang setia menepati janji mereka kepada Allah, yaitu dengan bersabar dan tegar di jalan-Nya. Sebagian dari mereka telah gugur sebagai syahid, sementara yang lain masih menunggu saatnya untuk syahid, dan semuanya tidak pernah mengubah janji mereka kepada Allah.”
Hizbullah memperkenalkan Thabathabai sebagai Komandan yang mendedikasikan hidupnya bagi Perlawanan, pembelaan Lebanon, serta perjuangan melawan musuh Zionis.
Dalam pernyataan itu disebutkan: “Setelah bertahun-tahun berjihad dengan kejujuran dan ketulusan, ia bergabung dengan saudara-saudaranya yang syahid, menghabiskan seluruh hidupnya di jalan perlawanan hingga detik-detik terakhir”.
Hizbullah menegaskan bahwa Syahid Thabathabai memainkan peran strategis dalam memperkuat fondasi Perlawanan sejak hari-hari awal pendiriannya, mengubahnya menjadi kekuatan tangguh yang mampu menghadapi musuh. Kesyahidan sang Komandan dinilai sebagai kehormatan Ilahi yang memperkuat semangat dan keteguhan para mujahidin untuk melanjutkan jalan perlawanan.
Pada Minggu malam 23 November, Rezim Zionis menargetkan sebuah apartemen perumahan di Jalan Al-Areed, kawasan Al-Dahiya, Beirut selatan, melalui serangan udara. Serangan itu menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan sekitar serta toko-toko di jalur tersebut.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun menyatakan bahwa serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, yang dilakukan saat Lebanon merayakan Hari Kemerdekaan, menunjukkan sikap Rezim tersebut yang terus mengabaikan seruan internasional untuk menghentikan agresi terhadap Lebanon serta menolak implementasi resolusi internasional. Ia menegaskan bahwa tindakan itu merusak segala upaya de-eskalasi dan stabilisasi, tidak hanya bagi Lebanon tetapi juga Kawasan secara keseluruhan.
Aoun menyerukan agar komunitas internasional menjalankan tanggung jawabnya dengan mengambil langkah serius dan tegas untuk menghentikan agresi Rezim Zionis.
