Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Ansharullah: Ketidakpedulian Rezim Arab Membuat Israel Kian Berani Melakukan Agresi

POROS PERLAWANAN – Gerakan Ansharullah Yaman menyampaikan belasungkawa atas gugurnya salah satu Komandan senior Hizbullah, Haitsam Thabathabai, sekaligus menuding bahwa sikap pasif sejumlah Rezim Arab telah mendorong Israel semakin berani melakukan tindakan agresif.

Mengutip laporan Tasnim, pada Senin 14 November, Biro Politik Ansharullah merilis pernyataan resmi yang mengekspresikan duka mendalam atas gugurnya Sayyid Thabathabai, Komandan berpengaruh dalam Perlawanan Islam di Lebanon sekaligus salah satu pendukung utama perjuangan Palestina.

“Dengan kesedihan yang mendalam namun juga kebanggaan besar, kami menerima kabar gugurnya komandan jihad Sayyid Abu Ali Haitsam Thabathabai”, demikian pernyataan Ansharullah. Gerakan tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim, serta kepada rakyat dan Perlawanan Lebanon.

Ansharullah menegaskan bahwa kejahatan Rezim Zionis tidak akan mampu melemahkan tekad Perlawanan, melainkan justru meningkatkan kekuatannya. Mereka menyebut Hizbullah telah memberikan “pelajaran terbesar” melalui pengorbanan dan keberaniannya dalam mempertahankan Lebanon serta mendukung perjuangan Palestina.

Gerakan tersebut kemudian mengkritik keras negara-negara Arab. Dalam pernyataannya disebutkan bahwa keberanian Israel melanjutkan agresi terjadi akibat “kebungkaman Rezim Arab dan keterlibatan sebagian di antara mereka dalam konspirasi bersama musuh”. Ansharullah menilai bahwa Israel keliru jika merasa telah meraih keberhasilan, karena “hari-harinya telah dihitung, pasukannya tercerai-berai, dan takdirnya adalah kehancuran”.

Biro Politik Ansharullah menambahkan bahwa Perlawanan di Lebanon akan melanjutkan jalan para pemimpin yang gugur dan “pasti akan meraih kemenangan meski menghadapi berbagai konspirasi”.

Sayyid Haitsam Ali Thabathabai, dikenal sebagai Sayyid Abu Ali, syahid dalam serangan Israel di kawasan Haret Hreik, pinggiran selatan Beirut. Hizbullah pada hari yang sama mengumumkan kesyahidannya melalui pernyataan resmi, menyebut bahwa ia gugur setelah “seumur hidup berjuang dengan ketulusan dan kerendahan hati”.

Hizbullah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para syuhada dan rakyat Lebanon, sekaligus menegaskan bahwa darah para syuhada akan tetap menjadi “mercusuar Perlawanan” dalam menghadapi agenda Amerika Serikat dan Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *