Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Antek Israel Mampus, Hamas: Ini Nasib Tak Terelakkan bagi Tiap Pengkhianat Bangsa

Antek Israel Mampus, Hamas: Ini Nasib Tak Terelakan bagi Tiap Pengkhianat Bangsa

POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas tewasnya Yasser Abu Shabab, pemimpin kelompok paramiliter yang didukung oleh Militer Israel.

Diberitakan Fars, Hamas menyatakan bahwa nasib Abu Shabab adalah nasib yang tak terelakkan bagi semua orang yang telah mengkhianati rakyatnya.

Hamas juga menyatakan, diandalkannya sindikat-sindikat penjahat oleh Rezim Zionis menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk menghadapi tekad rakyat Palestina.

Media Rezim Zionis pada hari Kamis sore 4 Desember mengumumkan, Yasser Abu Shabab tewas di Rafah. Dia telah bekerja sama dengan Israel dalam beberapa bulan terakhir dan memimpin kelompok bernama “Pasukan Rakyat”.

Yasser Abu Shabab, lahir pada tahun 1993 di kota Rafah dan berasal dari suku Bedouin Tarabin. Sejak usia muda telah menjalani jalan yang berbeda. Dia meninggalkan sekolah dan terlibat dalam penyelundupan rokok dan obat bius. Pada tahun 2015, ia ditangkap oleh Hamas dengan tuduhan kejahatan terorganisir dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara. Tetapi setelah Operasi Badai al-Aqsa pada Oktober 2023, ia melarikan diri dari penjara dan memulai aktivitas baru.

Abu Shabab kemudian membentuk sebuah kelompok bersenjata suku. Pada Januari 2025, ia mengumumkan keberadaannya di timur Rafah dengan nama “Quwwat al-Shaabiyah” atau “Pasukan Rakyat”. Kelompok ini awalnya memiliki sekitar 100 anggota dan kemudian, menurut laporan, jumlahnya meningkat menjadi 300 anggota. Sebagian dari pasukan tersebut dipilih oleh Abu Shabab itu sendiri, sementara sebagian lainnya direkrut melalui Badan Intelijen Otonomi Palestina. Dia dikenal memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok jihadis Salafi di Sinai dan bahkan ISIS, serta memiliki pandangan yang sangat menentang Hamas.

Media Israel dan beberapa pejabat Israel, termasuk Avigdor Lieberman, telah mengklaim bahwa Rezim Zionis telah memberikan bantuan senjata kepada Abu Shabab dan kelompoknya. Kelompok ini beroperasi di bawah perlindungan penuh militer Israel, serta berperan dalam penjarahan konvoi bantuan dan menciptakan ketidakstabilan dalam distribusi bantuan.

Dukungan Tel Aviv terhadap kelompok ini merupakan bagian dari strategi Israel untuk menghadapi Hamas, mengurangi kerugian militernya sendiri, dan menciptakan perpecahan di antara kelompok-kelompok Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *