Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Para Antek Israel Diberi Tenggat Waktu 10 Hari untuk ‘Bertobat’

Para Antek Israel Diberi Tenggat Waktu 10 Hari untuk ‘Bertobat’

POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah langkah baru, Perlawanan Palestina pada hari Jumat 5 Desember mengumumkan, mereka telah membuka “pintu tobat” selama sepuluh hari bagi milisi Palestina yang didukung Israel agar menyerahkan diri.

Dilansir Fars, Divisi Keamanan Perlawanan Palestina dalam sebuah pernyataan meminta kepada keluarga dan suku-suku Palestina agar mereka bekerja sama dengan proses keadilan nasional dan tidak mendukung para milisi yang didukung Israel.

Keputusan ini diambil setelah kematian Yaser Abu Shabab, pemimpin salah satu kelompok milisi yang didukung Israel; kelompok yang telah bekerja sama dengan Israel dalam perang-perang sebelum ini di Gaza dan dituduh mencuri bantuan kemanusiaan di bawah perlindungan Militer Rezim Zionis.

Penyebab pasti kematian Abu Shabab hingga saat ini belum diketahui. Namun, beberapa sumber mengaitkan penyebab kematiannya dengan konflik internal antarsuku. Beberapa sumber berpendapat bahwa dia tewas di tangan kelompok-kelompok Perlawanan Palestina.

Abu Shabab, yang sebelumnya aktif sebagai salah satu anggota gerakan Perlawanan, telah mendirikan basis-basis di selatan Gaza. Dia menjanjikan keamanan, makanan, dan fasilitas kepada warga Palestina, serta berusaha menjadi pengganti bagi Hamas.

Israel juga secara resmi menyatakan dukungannya terhadap kelompok-kelompok milisi ini pada bulan Juni lalu. Rezim Zionis mengumumkan langkah ini sebagai alat untuk melemahkan posisi Hamas. Menurut sumber keamanan Israel, jumlah milisi di bawah komando Abu Shabab berkisar antara 100 hingga 300 orang.

Setelah kematian Abu Shabab, Hamas dalam sebuah pernyataan menyatakan,“Nasibnya adalah nasib yang tak terhindarkan bagi siapa pun yang bekerja sama dengan musuh.”

Gerakan ini menggambarkan tindakan Abu Shabab dan kelompoknya “keluar dari barisan nasional.” Hamas menekankan peran keluarga dan suku dalam menghadapi upaya perusakan musuh.

Hamas juga memperingatkan bahwa tidak ada kelompok yang dapat mengancam posisi rakyat Palestina. Gerakan ini menegaskan, siapa pun yang membahayakan keamanan rakyat akan “dibuang ke tong sampah sejarah.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *