Usai Diultimatum Hamas, Gerombolan Milisi Antek Israel di Gaza Angkat Bendera Putih Tanda ‘Tobat’
POROS PERLAWANAN – Pada hari Senin pagi 8 Desember ini, Televisi Israel melaporkan bahwa dalam 48 jam terakhir, sejumlah personel bersenjata, yang berafiliasi dengan milisi suku yang menentang Hamas, telah mulai menyerahkan diri secara sukarela kepada lembaga-lembaga keamanan Gaza.
Fars memberitakan, tren ini telah meningkat sejak Jumat dan terutama terkonsentrasi di wilayah Rafah dan Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza, yang merupakan basis utama kelompok-kelompok tersebut.
Menurut laporan tersebut, militan-militan ini telah secara terbuka didukung oleh Militer Israel dalam beberapa bulan terakhir dan beroperasi sebagai bagian dari upaya Tel Aviv untuk menciptakan ketidakstabilan internal di Gaza.
Namun, perkembangan terbaru di lapangan, terutama pembunuhan komandan utama mereka, Yaser Abu Shabab. telah menyebabkan struktur kelompok-kelompok ini runtuh dengan cepat.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Gaza, dalam perbincangan dengan koresponden al-Jazeera, mengonfirmasi bahwa sejumlah anggota “sindikat bersenjata” ini telah menyerahkan diri kepada lembaga keamanan.
Menurutnya, berkas para personel ini sedang ditinjau “dalam kerangka hukum.” Pejabat tersebut juga mendesak mereka yang masih buron untuk menyerahkan diri sesegera mungkin, sembari memperingatkan bahwa jalan yang mereka tempuh dengan bekerja sama dengan penjajah memiliki “akhir yang tak terhindarkan.”
“Lebih baik bagi personel-personel ini untuk kembali ke pangkuan masyarakat dan bangsa mereka sebelum terlambat, serta menghentikan pengkhianatan mereka terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran terhadap hukum dan nilai-nilai nasional,” tandasnya.
Sehubungan denganl ini, situs web Quds Press, mengutip dari al-Majd al-Amni (media yang dekat dengan Hamas), melaporkan bahwa seorang komandan keamanan Perlawanan Palestina telah mengumumkan, delapan anggota milisi yang didukung Israel telah menyerahkan diri secara sukarela dalam beberapa jam terakhir, menyusul diumumkannya tenggat waktu ‘tobat’ selama sepuluh hari.
Menurut pejabat tersebut, penyerahan diri para personel ini terjadi setelah keluarga mereka menghubungi otoritas terkait secara langsung, dengan dukungan dari para sesepuh dan tokoh adat; dukungan yang secara efektif telah menghilangkan perlindungan sosial bagi para personel bersenjata tersebut.
Hamas sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka memberikan batas waktu sepuluh hari bagi semua anggota kelompok-kelompok tersebut untuk menyerahkan diri dan senjata mereka. Pada Jumat lalu, Kementerian Dalam Negeri Gaza juga mengumumkan melalui al-Jazeera bahwa “fasilitas dan keringanan dalam proses hukum” akan diberikan bagi mereka yang menyerahkan diri dalam jangka waktu tersebut, sambil menambahkan: “Payung dukungan Pendudukan bagi pengkhianat tidak akan permanen.”
Kementerian tersebut menekankan bahwa Israel telah gagal dalam upayanya untuk merusak kesatuan masyarakat Palestina. Kementerian menyatakan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang dibentuk Israel untuk menciptakan kekacauan internal, yang kekurangan dukungan populer dan sosial, pada akhirnya akan terpinggirkan dan ditakdirkan untuk lenyap.
