Menlu Venezuela: AS Lancarkan Perang Psikologis Skala Besar yang Belum Pernah Terjadi Selama 200 Tahun
POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Venezuela, Ivan Gil Pinto meyebut bahwa Amerika Serikat melakukan “perang psikologis” berskala besar terhadap negaranya dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi, militer, dan media. Ia menyebut operasi ini sebagai tindakan yang belum pernah terjadi dalam dua abad terakhir dan menilai dampaknya mengancam seluruh kawasan.
Menurut Tasnim News Agency pada Rabu 10 Desember, Gil menyatakan bahwa Venezuela kini menghadapi eskalasi tekanan yang dikemas dalam bentuk perang psikologis yang sistematis. Dalam laporan RT Arabi, pernyataan itu disampaikan pada pembukaan forum “Komunitas Bangsa-Bangsa untuk Perdamaian dan Kedaulatan Amerika”.
Gil menilai tindakan Washington bertujuan menekan Caracas sekaligus menutup-nutupi hasil, baik keberhasilan maupun kegagalan dari sanksi AS yang juga didukung Uni Eropa. Ia menyebutnya sebagai pola “imperialisme baru” yang menurutnya bukan hanya mengancam Venezuela, melainkan juga stabilitas Amerika Latin dan negara-negara merdeka lainnya.
Apresiasi Venezuela terhadap Solidaritas Negara Sahabat
Menteri luar negeri tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang menunjukkan solidaritas kepada Venezuela dalam menghadapi tekanan AS. Ia menegaskan bahwa meski berhadapan dengan ancaman dan tekanan eksternal, rakyat Venezuela tetap hidup dalam suasana damai.
Dalam pernyataannya kemarin, Gil memuji Republik Islam Iran atas dukungan terbuka kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela. Ia menekankan bahwa hubungan berbasis solidaritas dan kerja sama strategis antara Teheran dan Caracas telah membantu kedua negara bergerak menuju tatanan dunia multipolar yang lebih independen dari tekanan kekuatan hegemonik.
Gil menyebut kemitraan Iran–Venezuela sebagai contoh kerja sama konstruktif antarnegara berdaulat yang bertujuan memperkuat hubungan politik dan ekonomi di tingkat internasional.
