Topeng AIPAC Terlepas: DAWN Ungkap Para Aktor di Balik Politik Perang Washington
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, sebuah langkah berani kembali diambil oleh Democracy for the Arab World Now (DAWN). Pada Rabu 18 Desember, organisasi advokasi demokrasi dan hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat itu meluncurkan sebuah platform digital baru bertajuk “The Faces of AIPAC”, sebuah upaya sistematis untuk membuka wajah-wajah elite di balik salah satu mesin lobi pro-Israel paling berpengaruh di Washington yaitu American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).
Melalui proyek ini, DAWN membeberkan profil 50 figur kunci AIPAC, terdiri dari 41 anggota dewan dan sembilan eksekutif yang selama ini nyaris tak tersentuh sorotan publik. Menurut DAWN, pengaburan identitas petinggi AIPAC bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan bentuk nyata dari krisis transparansi yang berbahaya bagi demokrasi Amerika.
“AIPAC secara sadar menyembunyikan siapa saja yang mengendalikan arah kebijakannya dari publik. Hari ini, kami menghadirkan transparansi yang sengaja mereka tolak,” tegas Direktur Eksekutif DAWN, Sarah Leah Whitson. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui aktor-aktor yang membuat keputusan berdampak besar terhadap kebijakan luar negeri, perang, dan kehidupan jutaan manusia.
Situs yang dapat diakses melalui AIPACwhoweare.org ini disusun berdasarkan dokumen publik, termasuk laporan pajak Formulir 990, pengajuan Undang-Undang Pengungkapan Lobi, serta catatan Komisi Pemilihan Federal (FEC). DAWN mencatat, meski AIPAC secara hukum wajib melaporkan struktur kepemimpinannya ke IRS, informasi tersebut tidak pernah disajikan secara terbuka dan mudah diakses di situs resmi mereka bahkan sering tertinggal hingga satu tahun.
AIPAC sendiri dikenal sebagai kekuatan utama di balik aliran miliaran Dolar bantuan militer tahunan AS ke Israel serta penolakan terhadap syarat atau pembatasan transfer senjata. Pada siklus Pemilu 2023–2024, jaringan politik AIPAC melalui AIPAC PAC dan super PAC United Democracy Project menggelontorkan dana gabungan sebesar 126,9 juta Dolar AS untuk memengaruhi hasil pemilihan, sebuah angka yang mencerminkan daya tekan luar biasa terhadap sistem politik AS.
Direktur Advokasi DAWN, Raed Jarrar menegaskan bahwa petinggi AIPAC tidak bisa berlindung di balik nama besar organisasi. “Hukum nirlaba di Washington DC menempatkan tanggung jawab hukum langsung pada para direktur dan pejabatnya. Mereka bertanggung jawab secara pribadi atas tindakan dan pelanggaran organisasi,” ujarnya.
Investigasi DAWN juga menyingkap jejaring kekuasaan yang saling bertaut antarlembaga pro-Israel. Ketua Dewan AIPAC Betsy Berns Korn, misalnya, juga memimpin Konferensi Presiden Organisasi Yahudi Utama Amerika. Figur lain seperti Harriet Schleifer, Michael Kassen, dan Jamie Sprayregen tercatat memiliki posisi strategis di lembaga think tank dan organisasi lobi pro-Israel lainnya. “Dewan AIPAC bukan sekadar individu, mereka adalah simpul dari hampir seluruh institusi pro-Israel besar di Amerika,” kata Isabelle Hayslip dari DAWN.
Peluncuran proyek ini terjadi di tengah meningkatnya kemarahan global atas agresi Israel di Gaza, yang oleh organisasi HAM dan penyelidik PBB disebut sebagai genosida. Dalam konteks ini, peran AIPAC semakin disorot, terutama karena dukungannya terhadap politisi sayap kanan ekstrem dan pembelaannya terhadap kebijakan yang memperparah penderitaan rakyat Palestina.
Hingga kini, AIPAC belum memberikan tanggapan resmi. Namun, tabir telah tersingkap, dan bagi banyak pihak, ini baru awal dari pertanggungjawaban yang lebih besar.
