Dampak Berkuasanya al-Jolani: Suriah Jadi Bulan-bulanan Agresi para Tetangganya
POROS PERLAWANAN – Pemerintahan “pemberontak” Suriah terus menguasai Damaskus, sementara negara-negara tetangga terus menargetkan wilayah udara dan daratnya tanpa hambatan.
Fars melaporkan bahwa jet tempur Yordania membom wilayah pedesaan di Provinsi Suweida, Suriah, pada Rabu malam 24 Desember. Serangan itu disebut-sebut sebagai bagian dari upaya “melawan kelompok-kelompok penyelundupan obat bius.”
Sejak jatuhnya Bashar al-Assad dan berkuasanya para pemberontak Suriah yang dipimpin oleh Abu Mohammad al-Jolani, Suriah menjadi sasaran serangan dari Rezim Zionis dan berbagai negara. Israel sendiri telah melakukan lebih dari 1.000 serangan udara dan lebih dari 400 operasi darat di perbatasan Suriah sejak tahun lalu, tanpa sedikit pun hambatan atau perlawanan.
AS juga telah melakukan beberapa serangan di dalam wilayah Suriah hingga saat ini. Agresi dilakukan dengan dalih memerangi kelompok teroris ISIS. Dalam salah satu serangan tersebut, pesawat tempur dan pasukan bersenjata Irak juga turut terlibat.
Pesawat-pesawat tempur Turki, dengan dalih memerangi kelompok bersenjata Kurdi, juga berulang kali memasuki wilayah udara Suriah dan membom berbagai wilayah.
Beberapa sumber melaporkan kemungkinan Militer Yordania maju ke bagian wilayah Suriah dan mendirikan zona penyangga di masa depan. Sejak al-Jolani berkuasa, Suriah terbagi menjadi beberapa bagian; sekitar sepertiga negara berada di bawah kendali kelompok bersenjata Kurdi, dan sebagian lainnya diduduki oleh Israel. Kaum Druze juga telah mendirikan administrasi otonom di sebagian wilayah Suriah, sementara al-Jolani hanya mengendalikan setengah dari Suriah.
