Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Bantah Tuduhan Tel Aviv, Hamas: Tak Ada Untungnya bagi Perlawanan untuk Pertahankan Jasad Tawanan Israel

Bantah Tuduhan Tel Aviv, Hamas: Tak Ada Untungnya bagi Perlawanan untuk Pertahankan Jasad Tawanan Israel

POROS PERLAWANAN – Anggota Biro Politik Hamas, Muhammad Nazzal menyatakan bahwa Netanyahu terus menerapkan pendekatan penundaan, penguluran waktu, dan penyulitan dalam proses menuju fase kedua Rencana Trump untuk Gaza.

Fars memberitakan bahwa saat diwawancarai al-Jazeera, Nazzal mengatakan bahwa tidak bijaksana untuk memperlakukan perjanjian penting ini dengan cara demikian, yang berfokus pada jenazah tawanan Israel terakhir.

Dia menambahkan, mempertahankan jenazah tawanan Israel terakhir di Gaza tidak memberi keuntungan apa pun bagi Perlawanan. Ia menandaskan bahwa alasan logistik adalah satu-satunya hal yang menghalangi penemuan jenazah tersebut.

Petinggi Hamas tersebut menekankan, Pemerintahan AS harus campur tangan secara tegas dan mendorong kesepakatan gencatan senjata, karena menyerah pada pemerasan Netanyahu tidak sesuai dengan kepentingan Kawasan atau rencana Trump untuk mengakhiri perang.

Nazzal menyatakan, tidak ada yang tahu visi Trump dan Pemerintahannya untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Ia menambahkan bahwa jika Trump ingin menyelesaikan konflik, dia harus mengajukan rencana yang komprehensif dan adil.

“Kita tidak boleh menipu diri sendiri. Realitas mengharuskan kita menyelesaikan krisis Gaza melalui solusi praktis.”

“Kami telah menangani masalah-masalah yang sulit dengan fleksibilitas. Pemerintahan AS menghadapi dilema karena negara-negara menolak bergabung dengan Pasukan Stabilitas Internasional untuk ditempatkan di Gaza.”

Sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat telah mengatakan bahwa pasukan asing yang dikenal sebagai “Pasukan Stabilitas Internasional” kemungkinan akan ditempatkan di Jalur Gaza pada awal bulan depan (Januari 2026) tetapi tidak akan berkonflik dengan Hamas.

Rezim Zionis telah berulang kali menyatakan, pasukan internasional ini harus bertanggung jawab untuk menghancurkan infrastruktur militer Hamas dan melucuti kelompok Perlawanan di Gaza.

Di sisi lain, Hamas menekankan bahwa tanggung jawab pasukan ini harus dibatasi hanya pada menempatkan diri di sepanjang perbatasan dan memantau proses gencatan senjata. Hamas juga menegaskan, Perlawanan menentang penempatan pasukan apa pun yang bertindak atas nama Pendudukan di Gaza.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *