Lukashenko: Saya Sudah Peringatkan Putin Soal Potensi Ancaman Teror Terhadapnya
POROS PERLAWANAN – Presiden Belarus, Alexander Lukashenko mengatakan bahwa pada tahun 2023 silam, ia telah menasihati rekan sejawatnya dari Rusia untuk tidak bepergian ke luar negeri.
Dilansir Fars, Lukashenko, mengeklaim bahwa ia telah memperingatkan Presiden Rusia, Vladimir Putin tentang risiko pembunuhan yang mungkin terjadi sebelum KTT BRICS di Afrika Selatan pada tahun 2023.
Lukashenko merilis pernyataan tersebut saat mengomentari serangan drone Ukraina terhadap kediaman Putin di wilayah Novgorod, Rusia, pada malam 28-29 Desember. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, 91 drone jarak jauh diluncurkan menuju kediaman Putin dalam serangan tersebut. Mamun tidak ada kerusakan yang terjadi dan semua drone dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Lukashenko menjelaskan bahwa sebelum KTT BRICS yang diadakan pada Agustus 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan, Badan Intelijen Belarus menerima informasi tidak resmi dari sumber-sumber Barat.
Informasi tersebut berada pada tingkat “percakapan dan rumor” dan menyiratkan adanya perencanaan serangan teroris terhadap Presiden Rusia.
Ia mengungkit masalah tersebut dalam perbincangan hangat dan akrab dengan Putin. Dia menyarankan agar Putin tidak bepergian ke luar negeri selama perang di Ukraina masih berlangsung.
Akhirnya, Putin tidak hadir secara langsung dalam KTT tersebut. Dia hanya mengirim Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk menggantikannya. Putin menyatakan pentingnya untuk tetap berada di negaranya sebagai alasan ketidakhadirannya.
Lukashenko mengatakan, mungkin keputusan Putin tidak sepenuhnya didasarkan pada nasihatnya. Tetapi peringatannya didasarkan pada penilaian intelijen dan lebih dari sekadar spekulasi.
Mengacu pada peristiwa-peristiwa terbaru, Lukashenko yakin peringatannya benar dan ada bahaya yang nyata. Ia menambahkan,”Semua orang di Barat tahu bahwa jika mereka melenyaokan Putin, segalanya akan berubah. Ini harus dianggap serius. Saya mengatakan ini untuk pertama kalinya hari ini, karena kita tidak boleh ceroboh. Mereka menipu, dan dia [Putin] selalu terjebak dalam tipu daya itu.”
Pada tahun 2025, Vladimir Putin mengunjungi tujuh negara: Belarus, AS (dengan singgah di tengah perjalanan), China, Tajikistan, Kyrgyzstan, India, dan Turkmenistan.
