Trump Paparkan Rincian Operasi Penangkapan Maduro
POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan rincian operasi militer yang menurutnya berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Penjelasan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News, Sabtu malam (3/1/26).
Menurut laporan Islamic Republic News Agency (IRNA) yang mengutip Fox News, Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah berbulan-bulan ketegangan antara Washington dan Caracas terkait dugaan aktivitas penyelundupan narkoba. Ia menyebut keputusan menyerang Venezuela diambil setelah kondisi lapangan dinilai memungkinkan.
Dalam wawancara itu, Trump menggambarkan lokasi tempat Maduro ditangkap sebagai bangunan dengan sistem keamanan tinggi. “Rumahnya memiliki pintu baja dan area aman dengan baja tebal di sekelilingnya. Kami menyiapkan obor pemotong yang sangat kuat untuk menembus baja itu, tetapi tidak perlu digunakan. Operasi berlangsung sangat cepat,” ujarnya.
Trump mengatakan operasi tersebut sempat ditunda beberapa hari karena faktor cuaca. “Seharusnya kami melakukannya empat hari lalu, tetapi kondisi cuaca tidak ideal. Cuaca harus benar-benar sempurna,” katanya.
Ia juga mengklaim tidak ada korban jiwa di pihak Amerika Serikat. “Kami mengalami beberapa cedera, tetapi tidak ada yang tewas. Itu sungguh luar biasa,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa seluruh pesawat militer AS kembali dengan selamat. Satu helikopter, menurutnya, mengalami kerusakan berat namun berhasil dievakuasi.
Trump kembali menggunakan isu narkoba sebagai justifikasi operasi tersebut. Ia mengklaim bahwa tindakan itu diperlukan karena, menurut versinya, Amerika Serikat kehilangan ratusan ribu nyawa setiap tahun akibat narkoba. “Kita tidak kehilangan nyawa sebanyak itu dalam perang mana pun,” katanya.
Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Venezuela pada Sabtu pagi waktu setempat, sebuah langkah yang memicu gelombang reaksi internasional. Sejumlah media melaporkan terdengarnya ledakan dan terlihatnya kepulan asap di Caracas serta beberapa wilayah lain. Trump juga mengeluarkan pernyataan terpisah yang menegaskan keterlibatan langsung Washington dalam operasi tersebut.
Pemerintah Venezuela mengecam keras serangan itu dan menyebutnya sebagai “invasi militer.” Caracas menetapkan keadaan darurat nasional serta menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas situasi tersebut.
Di tingkat internasional, sejumlah negara, termasuk beberapa sekutu Amerika Serikat menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Iran, Rusia, dan beberapa negara lain secara terbuka mengutuk tindakan Washington dan memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas kawasan serta tatanan internasional.
