Pakar Rusia: Serangan AS ke Venezuela Buktikan bahwa Kekuatan Muncul dari Moncong Senapan
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan Kantor Berita Sputnik, seorang peneliti di Sekolah Tinggi Ekonomi Rusia, Dr. Dylan Paine Royce berbicara mengenai serangan ilegal AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presidennya. Ia mengatakan, “Insiden ini merupakan pengingat lain bahwa kekuatan militer adalah satu-satunya pertahanan nyata terhadap agresi asing. Apa yang dikatakan bahwa tatanan liberal berbasis aturan hanyalah kebohongan. Pada hakikatnya, penjamin tatanan ini justru menjadi ancaman terbesar bagi banyak negara.”
“AS telah dengan jelas menyatakan bahwa minyak merupakan motivasi utama di balik operasi ini,” tegas Royce, Fars memberitakan.
Menurutnya, Washington berharap untuk “mendapatkan konsesi dari Venezuela yang jauh melebihi apa yang bersedia diberikan oleh Maduro” atau “mencari kemenangan propaganda yang dangkal dengan menculik Maduro.“ Royce berpendapat, Washington berasumsi bahwa tindakan ini pada akhirnya akan mengarah pada pembentukan pemerintahan yang patuh pada AS.
Dia menambahkan, namun mengingat bahwa pengganti Maduro, Presiden interim Delcy Rodríguez, telah mengambil sikap “melawan dan bermusuhan,” maka pelaksanaan kendali nyata akan mendorong AS guna “mempertahankan kemampuan untuk menculik para Presiden interim Venezuela yang jumlahnya tak terbatas, hingga akhirnya menemukan satu yang begitu terintimidasi sehingga menyerah kepada Washington.”
“Jika rencananya memang begitu, itu tampaknya benar-benar absurd,” kata Royce.
“Jika tidak, operasi tersebut tentu harus dianggap sebagai bagian dari upaya AS untuk memaksakan dominasi atas seluruh Dunia Baru (belahan Barat dunia); suatu hal yang konsekuensinya sangat mengkhawatirkan bagi negara-negara seperti Denmark (Greenland), Panama, Kolombia, Kuba, dan lainnya,” imbuhnya.
