Trump Kendalikan Minyak Venezuela, Minta Perusahaan AS Berurusan Langsung dengan Gedung Putih
POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat akan berurusan langsung dengan Gedung Putih, bukan dengan pejabat Venezuela, dalam rencana investasi sekitar 100 miliar Dolar AS di sektor minyak negara tersebut. Trump juga menyebut potensi hengkangnya Presiden Nicolas Maduro dari panggung politik sebagai “peluang berharga” bagi Amerika Serikat.
Dikutip dari Al Mayadeen pada Sabtu 10 Januari, pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat dalam pertemuan dengan sejumlah perusahaan minyak global. Ia menegaskan bahwa seluruh proses investasi perusahaan AS di Venezuela akan dikendalikan langsung oleh Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut, Trump mengatakan perusahaan-perusahaan Amerika memiliki “kesempatan langka” untuk membangun kembali sektor minyak Venezuela. Ia menyebut nilai investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 100 miliar Dolar AS dan menekankan perlunya dukungan penuh Pemerintah AS guna menjamin keberlanjutan investasi tersebut.
Trump menilai kepergian Presiden Nicolas Maduro sebagai peluang strategis bagi Washington. Ia mengeklaim bahwa sumber daya minyak Venezuela selama ini “dicuri dari rekening perusahaan-perusahaan Amerika oleh kaum Sosialis dan Komunis”.
Ia juga menyatakan telah memperingatkan Rusia dan China agar tidak terlibat di Venezuela. Trump menambahkan bahwa Kuba selama ini bergantung pada pasokan minyak Venezuela, namun menurutnya Havana telah melampaui peran keamanan sebelumnya dan tidak lagi memiliki alasan untuk menerima bantuan dari Caracas.
Wakil Presiden AS, JD Vance mengatakan bahwa Trump mampu “mencapai apa yang dibutuhkan dalam pengendalian sumber daya tanpa pertumpahan darah”. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menegaskan bahwa seluruh kebijakan Trump ditujukan untuk kepentingan rakyat Amerika, seraya menuding Pemerintah Venezuela menggunakan pendapatan minyak untuk kepentingan Iran.
Dari sisi korporasi, Presiden Exxon menyatakan kesiapan perusahaannya untuk mengirim tim teknis ke Venezuela dalam dua pekan ke depan guna menilai kebutuhan lapangan. Ia menegaskan keinginan Exxon kembali ke pasar Venezuela setelah absen hampir dua dekade, serta menyebut adanya koordinasi penuh antara Otoritas Venezuela dan Gedung Putih.
Sebelumnya, Trump juga menekankan bahwa salah satu faktor utama dalam kemitraan energi ini adalah upaya menurunkan harga minyak demi kepentingan konsumen Amerika, sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi perusahaan minyak dan gas AS.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez mengatakan Pemerintahnya telah memutuskan untuk memulai “proses penjajakan diplomatik” dengan Amerika Serikat.
