Gelombang Kekerasan Antek Asing Renggut Puluhan Nyawa Aparat dan Warga Iran
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Isfahan kembali menjadi saksi getir dari operasi kekerasan yang ditunggangi kepentingan asing. Gubernur Isfahan, Ali Ahmadi mengonfirmasi bahwa sedikitnya 30 personel keamanan gugur dalam kerusuhan bersenjata yang melanda provinsi tersebut. Negara, kata Ahmadi, akan menggelar prosesi pemakaman para syuhada pengabdian itu pada Senin 12 Januari mendatang, bertepatan dengan gelombang mobilisasi nasional menentang terorisme dan sabotase.
Tragedi ini tak hanya menimpa aparat. Seorang bayi berusia dua bulan tercatat sebagai korban sipil, menyingkap wajah brutal dari kekerasan yang menyasar rakyat tanpa pandang usia. Laporan lapangan juga menyebutkan pembakaran sedikitnya sepuluh masjid di berbagai titik Isfahan, sebuah serangan simbolik terhadap ruang ibadah dan persatuan sosial.
Api kekacauan meluas ke Provinsi Fars. Direktur Jenderal Lembaga Syuhada Provinsi Fars, Ibrahim Bayani menyatakan 12 personel keamanan gugur di wilayah tersebut. Sementara itu, Komandan Unit Khusus Polisi, Jenderal Masoud Modaqq mengumumkan delapan anggota pasukan elitenya gugur dalam operasi menghadapi perusuh bersenjata.
Serangan tidak berhenti pada aparat. Fasilitas medis dan bantuan kemanusiaan turut menjadi sasaran. Di Provinsi Gilan, seorang relawan Bulan Sabit Merah tewas, dan lima relawan lainnya terluka di sejumlah daerah, hal ini menandai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan.
Pemerintah Iran menegaskan garis pemisah yang tegas bahwa protes damai atas tekanan ekonomi adalah hak rakyat dan akan ditangani, namun kekerasan, pembakaran, dan teror tidak akan diberi ruang. Aparat menyatakan bahwa perusuh mengeksploitasi keresahan publik akibat melonjaknya biaya hidup dan anjloknya nilai Rial, krisis yang berakar pada sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap bank sentral dan ekspor minyak Iran.
Di tengah situasi ini, otoritas keamanan dan peradilan mengumumkan pengungkapan sejumlah sel teror bersenjata serta penangkapan operator yang terhubung dengan jaringan asing. Pejabat Iran juga menunjuk dukungan terbuka tokoh-tokoh AS dan Israel terhadap kekerasan, termasuk ancaman dan isyarat keterlibatan intelijen.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan Republik Islam tidak akan mundur menghadapi para pengacau dan menolak tegas mereka yang bertindak sebagai tentara bayaran kepentingan asing. Iran, ditegaskan, akan mempertahankan kedaulatan dan keselamatan rakyatnya.
