Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Presiden Iran Minta Warga Tak Terjebak Kerusuhan Berkedok Protes

POROS PERLAWANAN — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyerukan kepada masyarakat agar tidak membiarkan kelompok perusuh dan teroris menciptakan ketidakamanan di dalam negeri. Presiden menegaskan bahwa aksi protes merupakan hak rakyat, namun berbeda secara prinsip dengan tindakan kerusuhan dan kekerasan.

Dalam wawancara televisi pada Minggu malam 11 Januari, sebagaimana dilaporkan Press TV, Presiden Pezeshkian menyatakan bahwa Pemerintah berkewajiban menanggapi keluhan masyarakat. Namun, menurutnya, tanggung jawab yang lebih besar adalah menjaga stabilitas nasional dan mencegah segelintir kelompok perusuh mengganggu ketertiban umum.

“Jika rakyat memiliki keluhan, menjadi kewajiban kami untuk menyelesaikannya. Namun kewajiban yang lebih besar adalah memastikan agar sekelompok perusuh tidak dibiarkan mengganggu seluruh tatanan masyarakat,” ujar Presiden Iran.

Dalam pernyataan yang ditujukan kepada generasi muda, Presiden Pezeshkian mengingatkan agar mereka tidak terpengaruh oleh kelompok yang disebutnya sebagai perusuh dan teroris. Ia juga mengimbau keluarga-keluarga Iran untuk tidak membiarkan anak-anak mereka terlibat dalam aksi-aksi kekerasan tersebut.

“Mereka adalah orang-orang yang telah dilatih,” tegas Presiden.

Presiden Iran menyatakan bahwa musuh-musuh bangsa telah melatih sejumlah individu, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk melakukan sabotase, merusak fasilitas umum dan milik pribadi, serta membunuh warga sipil. Menurutnya, para pelaku kerusuhan tidak dapat disamakan dengan demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai.

“Musuh telah menyusupkan teroris-teroris terlatih ke dalam negeri. Para perusuh dan pelaku sabotase bukanlah para demonstran. Pemerintah mendengarkan aspirasi para pemrotes dan telah mengerahkan upaya maksimal untuk menyelesaikan persoalan mereka,” kata Presiden Pezeshkian.

Presiden kembali menegaskan Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan yang disertai kekerasan di Iran. Dukungan terbuka dari kedua negara tersebut dinilai sebagai bukti keterlibatan dalam upaya mengguncang stabilitas nasional.

“Amerika Serikat dan Israel mengatakan, ‘kami berada di belakang kalian’. Pihak yang sama yang membunuh anak-anak dan bayi di negara kami kini mendorong para perusuh untuk menghancurkan dan membakar,” ujar Presiden, merujuk pada agresi militer yang terjadi pada Juni lalu.

Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa Pemerintahannya bertanggung jawab menyelesaikan berbagai persoalan nasional dan meredakan kekhawatiran publik, seraya memastikan keamanan negara tetap terjaga. Ia menekankan bahwa pembunuhan terhadap warga sipil sama sekali tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Menurut Presiden, setelah kegagalan pihak musuh dalam konflik selama 12 hari pada Juni lalu, upaya baru kini diarahkan untuk mengguncang Iran dengan memanfaatkan keluhan ekonomi sebagai dalih.

Presiden Iran juga menyerukan kepada seluruh rakyat agar tetap waspada terhadap skenario tersebut dan mendukung langkah-langkah Pemerintah dalam menegakkan keadilan, memberantas korupsi, serta memerangi penyelundupan.

“Rakyat memiliki hak untuk menyampaikan protes, dan Pemerintah memiliki kewajiban untuk menanggapi tuntutan tersebut. Namun kerusuhan, penyerangan terhadap fasilitas umum, serta pembakaran masjid dan Al-Qur’an mencerminkan skema Amerika Serikat dan Israel,” ujar Presiden Pezeshkian.

Presiden menegaskan bahwa aparat keamanan dan pertahanan Iran berkewajiban bertindak tegas terhadap para perusuh dan teroris. Ia juga mempertanyakan negara mana yang akan menganggap kekerasan semacam itu sebagai bentuk protes yang sah, termasuk apakah Amerika Serikat sendiri akan menoleransi tindakan serupa di wilayahnya.

Menutup pernyataannya, Presiden Iran menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama dengan Pemerintah dalam menghadapi kerusuhan yang didukung pihak asing. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tidak akan membiarkan kekuatan eksternal memecah-belah persatuan nasional, serta mengimbau masyarakat untuk memisahkan diri dari kelompok perusuh dan bersenjata.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *