Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Persatuan Nasional Menggema di Iran, Tentara Bayaran Asing Kehilangan Panggung dan Tuai Kecaman

Persatuan Nasional Menggema, Tentara Bayaran Asing Kehilangan Panggung

POROS PERLAWANAN — Dilansir Press TV, gelombang demonstrasi nasional yang melanda Iran pada Senin 12 Januari kemarin dicatat sebagai salah satu momen paling menentukan dalam sejarah politik kontemporer Republik Islam. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa kehadiran jutaan rakyat di jalanan merupakan pukulan telak terhadap skenario musuh yang berupaya menggoyahkan stabilitas negara melalui agen-agen domestik dan operasi perang hibrida.

Dalam pesan resminya kepada bangsa Iran, Ayatullah Khamenei menyebut aksi massa (mendukung Pemerintah) tersebut sebagai peristiwa bersejarah yang menunjukkan kesadaran politik dan keteguhan nasional. Ia menegaskan bahwa rakyat, dengan tekad kolektif mereka, telah menggagalkan rencana kekuatan asing yang mengandalkan tentara bayaran internal untuk menciptakan kekacauan.

Pemimpin Tertinggi menekankan bahwa demonstrasi itu bukan sekadar aksi simbolik, melainkan pernyataan identitas bangsa Iran di hadapan musuh. Menurutnya, kehadiran rakyat menjadi peringatan keras bagi Amerika Serikat dan sekutunya agar menghentikan tipu daya, provokasi, serta ketergantungan mereka pada elemen-elemen pengkhianat di dalam negeri.

Ayatullah Khamenei menggambarkan rakyat Iran sebagai bangsa yang kuat, sadar, dan berdaya, yang selalu hadir pada saat-saat krusial. Ia menegaskan bahwa kewaspadaan publik adalah benteng utama Republik Islam dalam menghadapi tekanan eksternal dan perang psikologis yang terus dilancarkan.

Demonstrasi Persatuan Nasional tersebut diikuti oleh warga dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi di hampir seluruh provinsi, termasuk Teheran. Aksi yang berlangsung serentak ini digelar untuk mengecam kerusuhan yang terbukti dipicu dan didukung oleh pihak asing, sekaligus menegaskan kembali loyalitas rakyat kepada sistem Republik Islam. Di sebagian besar wilayah, unjuk rasa berlangsung dari pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat, sementara di beberapa provinsi lainnya dimulai lebih pagi.

Para pejabat dan pengamat politik menyebut demonstrasi ini sebagai bukti nyata persatuan nasional dalam menghadapi upaya musuh untuk menabur perpecahan melalui teror, sabotase, dan manipulasi media. Mereka menilai bahwa skenario tersebut merupakan bagian dari strategi lama kekuatan imperialis yang gagal memahami dinamika masyarakat Iran.

Kerusuhan yang terjadi sebelumnya berawal dari protes ekonomi damai, terutama oleh pemilik toko. Namun situasi memburuk setelah pernyataan provokatif dari pejabat Rezim AS dan Zionis Israel, yang diperkuat oleh media berbahasa Persia yang berafiliasi dengan Tel Aviv, mendorong vandalisme dan kekerasan.

Pemerintah Iran mengakui adanya tuntutan ekonomi yang sah dan menegaskan komitmennya untuk mencari solusi. Namun, otoritas juga mengecam eksploitasi penderitaan rakyat oleh elemen asing, terutama di tengah dampak sanksi sepihak AS terhadap sektor perbankan dan ekspor minyak.

Lembaga keamanan dan peradilan mengumumkan keberhasilan membongkar sejumlah sel bersenjata serta penangkapan agen-agen asing, termasuk yang berafiliasi dengan Mossad. Republik Islam, tegas Ayatullah Khamenei, tidak akan memberi ruang bagi perusak dan kaki tangan kekuatan asing. Presiden Masoud Pezeshkian pun menegaskan bahwa kritik dan protes sah rakyat tidak boleh disandera oleh kerusuhan yang mengancam keamanan nasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *