Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas: Cuaca Dingin dan Pengepungan Israel Perparah Krisis Kemanusiaan Gaza, Korban Tewas Capai 449 Usai Gencatan Senjata

POROS PERLAWANAN— Hamas menegaskan bahwa kondisi cuaca dingin ekstrem yang disertai pengepungan ketat Israel telah memperparah krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Situasi tersebut, menurut Hamas, memperburuk penderitaan warga sipil Palestina dan menyebabkan terus bertambahnya korban jiwa, bahkan setelah pengumuman gencatan senjata.

Mengutip Al Mayadeen pada Rabu 14 Januari, Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem menyatakan bahwa kematian akibat cuaca dingin, terutama di kalangan anak-anak dan lansia terus terjadi di tengah runtuhnya bangunan yang telah rusak serta merebaknya penyakit. Ia menilai kondisi tersebut sebagai salah satu bentuk krisis kemanusiaan paling parah yang masih berlangsung di Gaza.

Qassem juga menyoroti kegagalan sistem internasional dalam memberikan perlindungan dan bantuan yang memadai bagi warga Gaza, meskipun permohonan bantuan telah berulang kali disampaikan. Menurutnya, pengepungan Israel yang terus berlanjut menjadi penghalang utama masuknya bantuan kemanusiaan.

Dalam pernyataannya, Hamas menyerukan kepada Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna membuka akses bantuan, mengakhiri pengepungan, dan menghentikan kebijakan Rezim Sayap Kanan Israel yang dinilai memperburuk penderitaan rakyat Palestina.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan bahwa rumah sakit menerima 15 jenazah dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, dua korban merupakan kematian baru, sedangkan 13 lainnya dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan. Tidak tercatat adanya korban luka baru dalam periode tersebut.

Kementerian juga menyebutkan bahwa masih terdapat korban yang tertimbun reruntuhan dan tergeletak di jalanan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil belum mampu menjangkau seluruh lokasi terdampak.

Selain itu, satu warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan yang sebelumnya telah rusak. Dengan demikian, total korban akibat runtuhnya bangunan sejak awal musim dingin mencapai 25 orang.

Berdasarkan data resmi, jumlah korban tewas sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober tercatat mencapai 449 orang, dengan 1.246 orang mengalami luka-luka, serta 710 jenazah yang berhasil dievakuasi.

Adapun secara kumulatif sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 71.439 orang, sementara korban luka mencapai 171.324 orang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *