Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah: Israel dan para Pelayannya Takkan Peroleh Apa yang Mereka Inginkan

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato yang disampaikan pada Sabtu 17 Januari, Sekretaris Jenderal Partai Hizbullah, Sheikh Naim Qasim menyerukan gerakan global di tingkat negara dan rakyat untuk mengatakan “berhenti” kepada AS.

Al-Mayadeen memberitakan, Syekh Qasim menyatakan bahwa Trump “ingin campur tangan di seluruh wilayah dunia untuk mencegah kehidupan demokrasi dan keagamaan serta berkuasa dengan mencekik leher rakyat.” Ia menyoroti keberadaan pihak-pihak serakah yang mencoba memanfaatkan kekuatan dan melanggar hak-hak rakyat dan negara.

“Mereka ingin melemahkan Republik Islam (Iran) selama lebih dari 46 tahun. Kerusuhan terakhir bertujuan untuk mengubah perimbangan perlawanan Iran. Iran akan tetap menjadi benteng perlawanan.”

Mengenai keteguhan Iran dalam menghadapi ancaman, Sheikh Qasim mengatakan bahwa rakyat Iran dengan “kepemimpinan yang bijaksana dan tepat sasaran telah berhasil menggagalkan konspirasi AS.”

Sekaitan dengan Lebanon, Sheikh Qasim mengatakan,“Pembebasan adalah dasar pembangunan negara. Siapa pun yang percaya bahwa pembatasan senjata diperlukan untuk membangunnya, hal itu harus dilakukan setelah penyerahan pilar-pilar kedaulatan dipastikan, bukan sebelumnya.”

Sekretaris Jenderal Hizbullah menegaskan bahwa senjata adalah urusan Lebanon semata, sesuai isi Kesepakatan 1701, dan tidak ada urusan Israel dengannya.

“Siapa yang menjamin bahwa Israel tidak akan menyerang negara kita jika Perlawanan menyerahkan senjatanya?” katanya.

Syekh Qasim menekankan bahwa pembatasan senjata tidak akan berakhir bagi Israel, sampai Lebanon berada di bawah “payung Israel.”

Mengenai tuntutan untuk menyerahkan senjata, Syekh Qasim mengatakan,“Tidak ada tempat di Lebanon yang tidak diserang oleh Israel. Jadi aneh jika ada tuntutan untuk menyerahkan senjata.”

Menanggapi pertanyaan, “Apa yang telah dilakukan oleh Perlawanan?”, Syekh Qasim menjawab,“Siapa yang membebaskan negeri ini?” Ia pun menambahkan,“Ini mencakup semua faksi Perlawanan, bukan hanya Perlawanan Islam.”

“Perlawanan ini adalah salah satu perlawanan paling mulia dan rasional di dunia”.

“Ketika kita membela rakyat kita, kita membela Tanah Air kita. Ketika kita membela diri kita sendiri, kita membela Tanah Air kita”.

Sheikh Qasim menegaskan bahwa Perlawanan adalah bagian dari rakyat yang berkorban demi martabat dan keteguhan. “Rakyat yang telah mempersembahkan tawanan dan korban luka-luka, dan kami bangga akan hal itu.”

Menanggapi ancaman Israel, Sheikh Qasim mengatakan,“Kami adalah rakyat yang tak terkalahkan dan tidak takut dengan ancaman. Israel serta para pelayannya tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.”

Di tengah berlanjutnya agresi Israel terhadap Lebanon melalui udara dan darat, Sheikh Qasim mengatakan bahwa tidak ada “kedaulatan” di negara itu, dan menegaskan bahwa ini adalah “tanggung jawab Pemerintah.”

Syekh Qasim menekankan bahwa pembahasan tentang pembatasan senjata “harus dilakukan setelah kedaulatan dipastikan, karena itu adalah tuntutan Israel dan AS yang bertujuan untuk mengisolasi Perlawanan.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *