3 Poin Penting tentang Kegagalan Proyek ‘Penaklukan Berdarah’ atas Iran
POROS PERLAWANAN – Pengumuman angka korban jiwa dari kerusuhan baru-baru ini mengungkap kegagalan proyek besar untuk penaklukan berdarah Iran.
Fars memberitakan bahwa angka korban syuhada dan korban tewas telah diumumkan. Berikut adalah sejumlah poin penting terkait hal ini:
Pertama: Apa Proyek Musuh di Jalanan?
Penaklukan berdarah Iran adalah tujuan utama. Rencananya adalah operasi di jalanan, yang di situ para agen terlatih Mossad akan membunuh orang untuk mencapai dua tujuan sekaligus: pertama, menggambarkan Republik Islam sebagai pelaku pembantaian untuk menyebarkan kerusuhan dan membawa orang ke jalanan untuk membalaskan dendam; dan kedua, membuat intervensi militer AS terhadap Iran menjadi dapat dibenarkan dengan cara merusak legitimasi Pemerintah dan meningkatkan kerusuhan.
Kedua: Apa Siasat yang Diambil Pemerintah Iran?
Banyak langkah telah diambil. Namun dalam hal ini, perlu ditekankan bahwa komunitas intelijen Iran telah lama mengamati statistik terkait masuknya senjata dan aktivasi kelompok-kelompok teroris. Berbagai laporan mengenai persiapan aksi serius di Iran telah diserahkan kepada Badan-badan terkait, dan pada akhirnya, serangkaian langkah telah direncanakan berdasarkan kondisi di lapangan.
Oleh karena itu, salah satu langkah utama adalah menghentikan penggunaan senjata api dalam taktik pengendalian massa. Unit-unit khusus menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani para perusuh sedemikian rupa, sehingga jika teroris melanjutkan proyek mereka untuk menimbulkan korban, akan jelas bahwa pasukan keamanan tidak terlibat dalam hal tersebut. Oleh karena itu, Unit-unit bersenjata hanya diizinkan menembak di pusat-pusat vital. Bahkan dalam hal itu pun hanya untuk tujuan mempertahankan pusat-pusat tersebut. Dalam situasi lain, yang digunakan adalah taktik individu dan kolektif yang menggunakan peralatan pribadi tanpa senjata.
Tentu saja, memastikan keamanan publik dan melindungi nyawa serta harta benda masyarakat merupakan garis merah bagi pasukan keamanan. Semua upaya difokuskan pada prinsip bahwa lembaga keamanan dan militer yang terlibat harus melindungi nyawa dan harta benda masyarakat dari teroris dengan segala cara.
Ketiga: Apa Hasil dari Konfrontasi Ini?
Jalan-jalan menjadi sepi setelah pawai bersejarah rakyat Iran pada 11 Januari silam. Seruan yang sebelumnya diumumkan secara publik dengan tujuan merebut pusat-pusat strategis, mereda menjadi seruan Farah Pahlavi untuk mengheningkan cipta selama satu menit. Trump juga mundur dari janji “bantuan sedang dalam perjalanan” ke statemen bahwa ia telah “meyakinkan diri sendiri untuk tidak menyerang Iran!”
Dalam pidato terakhirnya, Pemimpin Revolusi, Ayatullah Ali Khamenei menyatakan bahwa “kerusuhan telah dihancurkan, tetapi kita juga akan menghancurkan para dalang kerusuhan.”
