Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Jajak Pendapat: Mayoritas Warga Eropa Anggap Trump sebagai ‘Musuh’ daripada ‘Teman’

POROS PERLAWANAN — Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan, di sejumlah negara besar Eropa bahwa mayoritas warga memandang Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebagai “musuh” ketimbang “teman” atau sekutu. Perubahan persepsi ini menguat setelah Trump melontarkan ancaman terkait upaya mengambil alih Greenland, wilayah otonom kaya mineral milik Denmark.

Press TV melaporkan pada 24 Januari, mengutip survei yang dilakukan jurnal geopolitik Le Grand Continent, bahwa ancaman Trump untuk merebut Greenland, termasuk dengan opsi kekuatan militer, mendorong meningkatnya sentimen negatif warga Eropa terhadap Amerika Serikat.

Survei tersebut dilakukan melalui wawancara terhadap lebih dari 7.000 responden di tujuh negara Eropa, yakni Jerman, Prancis, Italia, Polandia, Spanyol, Denmark, dan Belgia. Pengumpulan data dilakukan secara daring pada 13–19 Januari, dengan sekitar 1.000 responden per negara yang disesuaikan untuk merepresentasikan populasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kategori sosial.

Hasil jajak pendapat menunjukkan 51 persen responden menganggap Trump sebagai “musuh”, sementara hanya 8 persen memandangnya sebagai “teman”. Sebanyak 39 persen menyebut Trump “bukan teman maupun musuh”.

Mayoritas responden juga menilai eskalasi terkait Greenland dapat berujung pada benturan serius di Eropa. Sekitar 81 persen warga Eropa yang disurvei menyatakan bahwa tindakan AS merebut Greenland dengan kekuatan militer akan dianggap sebagai “tindakan perang terhadap Eropa”.

Selain itu, sekitar 63 persen responden mendukung pengiriman pasukan Eropa ke Greenland untuk mempertahankannya apabila terjadi invasi.

Sentimen paling tajam muncul di Denmark. Sebanyak 58 persen responden Denmark menyebut Trump sebagai “musuh” Eropa.

Survei juga menyoroti persepsi warga Eropa terhadap gaya kepemimpinan Trump. Sekitar 44 persen responden menyatakan Trump “bertingkah seperti diktator”, sementara 44 persen lainnya menilai Trump memiliki “kecenderungan otoriter”. Hanya 10 persen responden yang menyebut Trump menghormati prinsip-prinsip demokrasi.

Dalam aspek kebijakan luar negeri, sekitar 64 persen responden menilai politik luar negeri Amerika Serikat saat ini ditandai oleh kecenderungan “rekolonisasi” dan “penindasan”.

Di sisi lain, Denmark menegaskan kembali bahwa kedaulatan atas Greenland tidak dapat dinegosiasikan, di tengah kekhawatiran meningkatnya tekanan dari Washington. Sejumlah pemimpin Eropa dilaporkan menyatakan akan tetap waspada terhadap setiap langkah terkait isu tersebut, terutama menyangkut kedaulatan Denmark.

Laporan itu juga menyebut bahwa sebagian pemimpin Eropa mulai mengisyaratkan dukungan terhadap penggunaan kekuatan apabila tindakan AS dinilai mengarah pada langkah predator terhadap wilayah Eropa.

Meski demikian, Trump belakangan disebut melunakkan sikapnya. Pada Rabu, Trump menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan untuk mengambil alih Greenland. Namun, ia mengingatkan para pemimpin Eropa yang menolak gagasan itu bahwa mereka “tidak menuju ke arah yang benar”.

Trump mengeklaim AS membutuhkan Greenland untuk alasan keamanan. Namun, para pengkritiknya menilai langkah tersebut lebih berkaitan dengan ambisi memperoleh akses penuh terhadap cadangan mineral Greenland yang belum banyak dieksploitasi.