Starmer Kritik Trump: Pernyataan Soal NATO di Afghanistan ‘Menghina dan Memalukan’
POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut pernyataan Trump tentang peran pasukan Inggris dan NATO di Afghanistan sebagai “menghina dan memalukan”. Starmer bahkan mengisyaratkan bahwa permintaan maaf diperlukan.
Al Mayadeen melaporkan pada 23 Januari bahwa Starmer menyampaikan kritik tersebut pada Jumat, menyusul komentar Trump dalam wawancara dengan Fox News di sela Forum Davos.
Dalam wawancara itu, Trump menyatakan bahwa pasukan NATO tidak berada di garis depan di Afghanistan, melainkan berada “agak di belakang”.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris, John Healey menegaskan kembali peran Inggris dalam operasi NATO di Afghanistan. Dalam unggahan di platform X, Healey menyebut Pasal 5 NATO, tentang mekanisme pertahanan kolektif aliansi, hanya pernah diaktifkan sekali, yakni setelah serangan 11 September, dan saat itu Inggris bersama negara-negara NATO lain merespons seruan Amerika Serikat.
“Pasal 5 NATO hanya pernah diaktifkan sekali. Inggris Raya dan sekutu NATO menanggapi seruan Amerika Serikat, dan lebih dari 450 tentara Inggris kehilangan nyawa mereka di Afghanistan”, tulis Healey.
Healey menambahkan bahwa para prajurit tersebut harus dikenang sebagai pahlawan yang mengorbankan nyawa demi negara.
Di tengah memanasnya respons Inggris itu, hubungan Pemerintahan Trump dengan sejumlah negara Eropa disebut mengalami ketegangan akibat beberapa kebijakan Washington. Isu yang menonjol antara lain polemik Greenland dan rencana pemberlakuan tarif tinggi.
Meski demikian, laporan menyebutkan London belum mengambil langkah diplomatik konkret. The Times melaporkan bahwa Pemerintah Inggris tidak berencana memanggil duta besar AS ke Downing Street sebagai respons atas pernyataan Trump.
Sebelumnya, Starmer juga mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap ancaman Trump untuk mengenakan tarif terhadap Inggris dan sekutu-sekutu Eropanya, serta menyebut langkah tersebut sebagai “salah”.
