Demo Besar Pecah di Sejumlah Kota AS Usai Perawat ICU Tewas Ditembak Aparat Federal
POROS PERLAWANAN — Gelombang demonstrasi besar pecah di sejumlah kota di Amerika Serikat pada Sabtu 24 Januari waktu setempat, termasuk di Minneapolis, New York City, Boston, dan Providence. Aksi meluas menyusul tewasnya perawat ICU, Alex Pretti akibat ditembak aparat Federal di Minneapolis.
Laporan The Washington Post menyebut insiden tersebut memicu kemarahan publik sekaligus memperbesar sorotan terhadap operasi penindakan imigrasi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) di kota-kota besar, di tengah eskalasi pengerahan aparat Federal. (Sumber: Washington Post: “Fatal shooting of ICU nurse stirs anger, scrutiny of DHS crackdown in Minneapolis”)
Insiden terjadi saat aparat Federal menjalankan operasi penindakan imigrasi di Minneapolis yang memicu gelombang protes sejak beberapa pekan terakhir. Ketegangan meningkat setelah ICE/DHS memperluas operasi di kawasan perkotaan, disertai pengerahan agen bersenjata dan taktik pembubaran massa. Washington Post melaporkan peristiwa ini memperdalam konflik antara pejabat Negara Bagian dan aparat Federal terkait akuntabilitas, prosedur penggunaan kekuatan, serta transparansi investigasi.
Protes berlangsung sehari setelah ribuan warga turun ke jalan di Minneapolis untuk menentang keberadaan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Para demonstran tetap bertahan meski menghadapi suhu ekstrem, menyerukan pembubaran ICE, serta menyuarakan dukungan bagi Pretti dan warga lain yang terdampak operasi besar-besaran aparat imigrasi dalam beberapa pekan terakhir.
Di New York City, ribuan massa berkumpul di Union Square dan meneriakkan penolakan terhadap ICE. Anggota Dewan Kota New York, Chi Osse turut menyerukan pembubaran lembaga tersebut, sambil mengecam praktik aparat yang dinilai merusak tatanan sosial.
Aksi serupa berlangsung di Providence, Rhode Island, di depan kantor Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), serta di Boston, Massachusetts. Massa meneriakkan slogan penolakan terhadap penahanan dan kekerasan yang dikaitkan dengan operasi ICE.
Alex Pretti diketahui merupakan warga negara AS yang bekerja di unit perawatan intensif Minneapolis VA Health Care System. Ia meninggal setelah ditembak beberapa kali ketika terjadi konfrontasi dengan aparat Federal.
Sejumlah rekaman video yang beredar memperlihatkan Pretti dipiting dan dijatuhkan ke tanah sebelum tembakan dilepaskan. Sejumlah laporan menyebut video memperlihatkan Pretti memegang ponsel, bukan senjata, meski aparat Federal menyatakan korban membawa pistol.
DHS menyatakan Pretti mendekati petugas Patroli Perbatasan dengan membawa pistol semiotomatis 9 mm dan aparat berupaya melucuti senjata tersebut. Namun, rekaman video yang beredar tidak memperlihatkan senjata berada di tangan Pretti pada saat insiden.
Kepala Kepolisian Minneapolis, Brian O’Hara menyebut Pretti merupakan pemilik senjata yang sah dan memiliki izin membawa senjata sesuai hukum negara bagian Minnesota.
Kasus ini memicu kemarahan publik dan kembali menyoroti kontroversi penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, terutama terkait metode operasi, penggunaan kekuatan, serta akuntabilitas aparat Federal di ruang publik.
