Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Warga Baghdad Berbondong-bondong Daftarkan Diri untuk Bela Iran

Warga Baghdad Berbondong-bondong Daftarkan Diri untuk Bela Iran

POROS PERLAWANAN – Pada Selasa pagi 27 Januari, sejumlah besar warga Irak yang mengenakan kain kafan datang ke pusat pendaftaran sukarelawan untuk mempertahankan Iran. Mereka menyatakan siap untuk mendukung dan mempertahankan negara tetangga Irak itu.

Fars memberitakan, pada malam Minggu lalu, Sekjen Kataib Hizbullah Irak, Abu Hussein al-Hamidawi dalam statemennya mengumumkan, Republik Islam Iran telah berdiri tegak membela kaum tertindas dan semua norma adil Umat Muslim selama lebih dari empat dekade. Menurut al-Hamidawi, saat ini telah tiba waktunya bagi semua kekuatan Poros Perlawanan untuk mendukung Iran dan memberikan dukungan penuh kepada negara tersebut.

Selasa pagi kemarin, Abu Hussein al-Hamidawi sendiri mengumumkan kesiapannya untuk melakukan operasi berani syahid demi mendukung Iran, dengan mengunjungi salah satu pusat pendaftaran sukarelawan.

Al-Nujaba: Kami Punya Senjata yang Membuat Kami Mampu Bertempur

Sementara itu, Sekjen al-Nujaba, Syekh Akram al-Kaabi pada Selasa kemarin mengatakan, pasukan cadangan Perlawanan jauh lebih besar daripada pasukan yang saat ini berada di lapangan dan belum ikut serta dalam pertempuran.

Sekaitan dengan gencatan senjata di Gaza, al-Kaabi mengatakan,“Kesepakatan negosiasi dan gencatan senjata dibuat karena mempertimbangkan situasi kemanusiaan yang sangat parah, bukan karena kelemahan Perlawanan Palestina di medan perang.”

Ia juga menyoroti peran AS dalam perang Gaza, dengan menyatakan,“Pesawat-pesawat tempur AS ikut serta secara langsung dalam operasi. Komandan AS juga hadir di lapangan. Ahli keamanan siber dan intelijen AS aktif pula dalam mengumpulkan informasi.”

Al-Kaabi menekankan bahwa peran AS dalam perang Gaza melampaui dukungan teknis, Dia menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan partisipasi penuh dalam mengelola perang, yang membuktikan bahwa negara tersebut merupakan pihak langsung dalam perang ini.

Mengacu pada kemampuan Perlawanan Irak, ia mengatakan,“Perlawanan Islam memiliki senjata dan kemampuan jarak jauh maupun jarak dekat yang memungkinkan mereka berpartisipasi langsung dalam perang.”

“Perlawanan Islam Irak memulai operasi militernya pada hari kedua perang, dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di dalam Irak. Tindakan ini sejalan dengan kewajiban moral dan kemanusiaannya.”

Al-Kaabi juga mengatakan bahwa di dalam Irak, tekanan politik dilancarkan terhadap kelompok-kelompok Perlawanan untuk memisahkan mereka dari Poros Perlawanan dan dukungan mereka terhadap Gaza, tetapi upaya ini gagal.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *