Bin Salman: Arab Saudi Tolak Segala Bentuk Agresi terhadap Iran
POROS PERLAWANAN — Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menegaskan bahwa Riyadh tidak akan menerima segala bentuk agresi, ancaman, maupun provokasi terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, di tengah meningkatnya ketegangan regional dan spekulasi serangan Amerika Serikat terhadap Teheran.
Mengutip laporan Al Mayadeen pada Rabu 28 Januari, Pezeshkian menyampaikan keyakinannya bahwa kawasan Timur Tengah dapat dibangun menjadi wilayah yang aman, maju, dan sejahtera melalui kerja sama antarnegara. Dalam percakapan tersebut, Mohammed bin Salman menekankan penolakan Arab Saudi terhadap segala bentuk agresi, ancaman, atau upaya mengobarkan ketegangan terhadap Iran.
Pezeshkian juga menyampaikan apresiasi atas sikap dan dukungan Arab Saudi kepada rakyat Iran selama konflik dan tekanan yang terjadi baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan Pemerintah Iran berlandaskan upaya menjaga persatuan antarbangsa dan antarmazhab, memperkuat keharmonisan nasional, serta memperluas hubungan persahabatan dan kerja sama dengan negara-negara Islam, baik di tingkat bilateral maupun regional.
Presiden Iran menyebut Amerika Serikat dan apa yang ia sebut sebagai “entitas Zionis” telah meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi ekonomi, ancaman perang, serta intervensi politik yang bertujuan menggoyahkan stabilitas dalam negeri. Namun, ia menilai strategi tersebut gagal karena kesadaran politik dan partisipasi luas rakyat Iran.
Pezeshkian memperingatkan bahwa ancaman dan operasi psikologis Amerika hanya akan memperburuk ketidakstabilan Kawasan. Ia menekankan bahwa persatuan dan kekompakan negara-negara Islam merupakan kunci utama bagi terciptanya keamanan, stabilitas, dan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah. Iran, kata dia, tetap terbuka terhadap setiap jalur diplomatik yang mengarah pada perdamaian, selama dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan nasional.
Sementara itu, Mohammed bin Salman menegaskan bahwa seluruh upaya Arab Saudi dalam membangun stabilitas dan keamanan Kawasan bertujuan mendorong kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Bin Salman menyatakan kesiapan Riyadh untuk bekerja sama dengan Teheran dan negara-negara Kawasan lainnya demi mewujudkan perdamaian dan keamanan yang langgeng.
Kontak tingkat tinggi ini terjadi di tengah meningkatnya pembahasan mengenai kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Dalam konteks tersebut, Arab Saudi bersama Qatar dan Oman dilaporkan telah menyampaikan peringatan kepada Washington terkait potensi konsekuensi serius dari eskalasi militer, sebagaimana dikutip dari sumber Saudi kepada Agence France-Presse.
