Atwan: Hanya Iran yang Bisa Permalukan Trump dan Netanyahu
POROS PERLAWANAN – Pada hari Jumat 30 Januari, analis terkemuka Dunia Arab, Abdel Bari Atwan, melalui sebuah video menekankan, perang AS melawan Iran adalah sebuah tipu daya dan sekadar perang psikologis.
Fars memberitakan, sembari menyebutkan bahwa Iran siap untuk membalas dan bahwa ini akan menjadi perang terakhir, Atwan menambahkan,“Iran kali ini telah memutuskan untuk memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada AS dan Israel. Faktanya, AS telah mundur dari perang melawan Iran. Oleh karena itu, Trump telah mengirim perantara untuk bernegosiasi.”
Analis politik tersebut mengaitkan mediasi Turki dan Recep Tayyip Erdoğan dengan hal ini, dengan menyatakan,”Serangan mematikan Iran adalah alasan di balik penarikan diri ini. Selain itu, kerusuhan di Iran juga gagal, dan AS tidak mampu mencapai tujuannya.”
Atwan percaya bahwa AS tidak pernah memiliki kekuatan untuk mengubah Pemerintahan di Iran. “Pertanyaannya adalah, apakah AS, dengan beberapa kapal induknya, dapat mengubah Pemerintahan Iran? Hal ini tentu saja tidak akan terjadi.”
Ia berpendapat bahwa Iran menyadari kelemahan AS, dengan menyatakan bahwa perang skala penuh adalah titik lemah negara tersebut. “Jika AS menyerang, seluruh wilayah Timur Tengah akan terbakar, dan kita akan melihat kelompok-kelompok Perlawanan turun tangan. Semua kelompok ini siap untuk ikut berperang.”
Atwan menggambarkan masuknya kelompok-kelompok Perlawanan ke medan perang sebagai hal yang tak terhindarkan, dengan mengatakan,”Tidak mustahil bahwa kelompok-kelompok Perlawanan akan bergerak menuju perbatasan Israel (Palestina yang diduduki), baik melalui perbatasan Yordania maupun Lebanon. Ini akan menjadi perang terakhir di Kawasan. Ansharullah juga dengan antusias menanti perang dengan AS.”
Menurut Atwan, kapal-kapal perang AS tidak akan berdaya melawan misil dan drone modern. Ia menyatakan,”Signifikansi misil-misil ini adalah bahwa Araghchi (Menlu Iran) sampai mengatakan Iran tidak akan pernah terlibat dalam negosiasi yang melibatkan isu misil.”
Dia menyoroti latihan militer Iran pada pekan mendatang dan mengatakan,“Pada Minggu nanti, kita akan menyaksikan latihan militer Iran–Rusia–China di Selat Hormuz. Hal ini akan menyebabkan krisis minyak global dan dapat mendorong harga minyak mencapai $200. Selain itu, Trump tidak akan mampu mencapai tujuannya dengan serangan sandiwara.”
Atwan mengaitkan fluktuasi harga emas dan perak global dengan ancaman-ancaman ini, dengan menyatakan, “Ketika Trump mengemukakan kemungkinan perang melawan Iran, kita melihat harga minyak, emas, dan perak naik. Tetapi hari ini harga emas dan perak turun secara tidak biasa. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman perang telah sedikit mereda.”
“Oleh karena itu, si pengecut Trump menyimpulkan bahwa dia tidak dapat mengubah Pemerintahan Iran, bahkan dia hanya akan membuat 55 pangkalan militer negaranya sendiri rentan terhadap serangan.”
“Berdasarkan informasi pribadi, saya mengatakan bahwa Iran telah menerima misil dan senjata canggih dari Rusia, yang mampu menangkis jet tempur AS. China telah memberikan Iran alat untuk menciptakan gangguan (kepada perangkat perang musuh). Saya yakin hanya Iran yang mampu menyungkurkan hidung Trump dan Netanyahu ke tanah. Saya sangat optimis,” tandas Atwan.
