3 Syarat Israel untuk AS Jika Hendak Jalin Kesepakatan dengan Iran
POROS PERLAWANAN – Sumber-sumber Israel melaporkan, Rezim Zionis telah menetapkan tiga syarat fundamental sebagai inti dari setiap kesepakatan potensial antara AS dan Iran; syarat-syarat yang secara konsisten ditolak oleh Tehran sejak dahulu.
Fars memberitakan, Kanal 12 Rezim Zionis mengeklaim dalam sebuah laporan bahwa Tel Aviv telah menetapkan tiga syarat fundamental untuk setiap kesepakatan potensial antara Washington dan Tehran.
Laporan ini, yang disusun berdasarkan informasi dari sumber keamanan Israel, menunjukkan upaya Rezim Zionis untuk memengaruhi kebijakan luar negeri AS terhadap Republik Islam Iran.
Menurut laporan tersebut, Rezim Zionis meyakini bahwa tanpa terpenuhinya syarat-syarat ini, kesepakatan dengan Iran tidak dapat menjamin keamanan wilayah [baca: keamanan Israel] dan dapat menyebabkan AS terlibat dalam konflik militer.
Penghentian total pengayaan uranium adalah syarat pertama yang disebutkan. Rezim Zionis bersikeras bahwa Iran harus menghentikan sepenuhnya aktivitas pengayaan uraniumnya. Syarat ini mencakup pembongkaran fasilitas nuklir kunci dan penghapusan persediaan uranium yang telah diolah di Iran. Tel Aviv mengeklaim bahwa kelanjutan pengayaan uranium merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Israel.
Pengurangan yang signifikan dalam program rudal jarak jauh Iran disebut sebagai syarat kedua. Rezim Zionis menuntut pembatasan jumlah dan jangkauan rudal balistik Iran. Israel dengan menekankan bahwa “program-program ini harus berada di bawah pengawasan internasional untuk mencegah ancaman potensial terhadap Rezim.”
Syarat ketiga adalah agar Iran menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok Perlawanan di kawasan, seperti Hizbullah di Lebanon, Ansharullah di Yaman, dan gerakan-gerakan anti-Zionis lainnya. Rezim Zionis menganggap dukungan ini sebagai ancaman keamanan bagi dirinya sendiri dan percaya bahwa tanpa penghentiannya, tidak akan ada kesepakatan yang berkelanjutan.
Syarat-syarat tersebut sebelumnya telah dinyatakan oleh pejabat Zionis dan AS. Para pejabat Iran telah berulang kali menyatakan penolakan mutlak mereka.
Sementara itu, dalam wawancara dengan Kanal 12, Duta Besar AS Israel, Mike Huckabee mengonfirmasi bahwa Washington dan Tel Aviv berada dalam koordinasi penuh dan tidak akan mengambil tindakan tanpa konsultasi bersama.
Sementara itu, saluran Ibrani Kan 11 melaporkan, Tel Aviv menilai bahwa Trump belum mundur dari opsi tindakan militer terhadap Iran. Tetapi pada tahap saat ini, ia lebih memilih untuk mengejar jalur dialog dengan Tehran.
Dalam konteks ini, Kepala Staf Umum Militer Israel, Eyal Zamir terbang ke Washington pada Sabtu malam 31 Januari dengan pesawat jet pribadi. Pada Minggu malam. dia mengadakan konferensi video dengan Benjamin Netanyahu, yang juga dihadiri Direktur Mossad.
Menurut sumber-sumber Israel yang mengetahui konsultasi Tel Aviv dengan Washington, termasuk pembicaraan yang diadakan Zamir sendiri di Washington, Trump sangat berminat untuk terlibat dalam negosiasi “serius” dengan Iran; negosiasi yang, menurut pandangannya, dapat mengarah pada penghapusan program nuklir Iran.
