Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Petinggi IRGC: Imam Khomeini Tunjuki Kami bahwa Kekuatan-kekuatan Barat Hanya ‘Macan Kertas’

Petinggi IRGC: Imam Khomeini Tunjukkan kepada Kami bahwa Kekuatan-kekuatan Barat Hanya ‘Macan Kertas’

POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan al-Mayadeen pada Senin malam 2 Februari, salah seorang Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan mantan penasihat senior Panglima IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Daghighi menegaskan, target pertama yang akan diserang Iran jika terjadi AS menyerang adalah Israel, meskipun Iran tidak memiliki keinginan untuk berperang. Ia menambahkan bahwa jika konflik terjadi, hal itu akan menjadi perang regional.

Diberitakan Fars, menanggapi kemungkinan konflik menjadi perang regional, Brigadir Jenderal Daghighi mengatakan, “Kami berharap perang tidak akan meletus. Kami berusaha membuat musuh sadar dan menghentikan provokasi perang. Strategi kami bersifat pencegahan dan pertahanan, dan dapat menimbulkan kerugian besar bagi musuh. Namun, jika perang meletus, intensitas respons kami akan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diperhitungkan oleh musuh dan area konflik akan meluas.”

“Semua tergantung pada musuh agar sadar dan menahan diri dari memicu perang. Tidak ada yang diuntungkan dari perang. Namun, jika mereka menyerang kami, kami akan mempertahankan diri dengan kekuatan penuh dan segera menargetkan semua pangkalan AS di negara-negara Kawasan yang merupakan kawan-kawan kami. Kami akan menargetkan pangkalan AS. Jadi musuh harus menutup semua pangkalan mereka.”

Menanggapi pertanyaan tentang jumlah rudal yang dimiliki Iran, Daghighi mengatakan, “Keahlian saya ada di bidang ekonomi, bukan rudal. Namun, berdasarkan informasi yang saya miliki, kekuatan rudal kami berada pada tingkat yang sangat memadai, dan dunia mengakui hal ini.”

“Dalam Perang 12 Hari, kami hanya memperlihatkan sebagian kecil dari kemampuan rudal kami. Setelah musuh meminta gencatan senjata, dalam periode pascaperang, kami telah mengatasi kelemahan yang ada. Kekuatan ini akan terbukti praktis di lapangan. Jika AS menyerang, target pertama yang akan kami serang adalah Rezim Zionis, yang pada dasarnya merupakan basis AS dan titik lemahnya di Kawasan. Jika perang meletus, itu akan menjadi perang regional, meskipun kami berharap musuh sadar dan tidak mengambil tindakan semacam itu.”

“Trump gemar mencari perhatian media. Misalnya, dia kerap mengumumkan bahwa dia telah menyelesaikan krisis di Gaza atau Ukraina, juga tindakan-tindakan semacam itu, yang pada kenyataannya tidak pernah terwujud. Tetapi dia suka mempresentasikan dirinya dengan cara ini. Bangsa kami sepenuhnya sadar dan waspada terhadap Presiden ini.”

Menanggapi pertanyaan mengenai kendali atas Selat Hormuz dan pentingnya kehadiran dan kesiapan pasukan Iran di kawasan tersebut, Daghighi mengatakan bahwa Iran percaya, keamanan Teluk Persia harus dijamin oleh Pemerintah-pemerintah kawasan itu sendiri.

“Untuk tujuan ini, kami tidak memerlukan pasukan asing. Otoritas dan kekuatan Iran dalam hal ini untuk melayani keamanan negara-negara Kawasan. {ada kenyataannya, kekuatan laut dan rudal Iran meningkatkan kekuatan Pemerintah-pemerintah di Kawasan [dalam menjaga keamanan Asia Barat]. Kami telah membuktikan dalam beberapa tahun terakhir bahwa kami mencari perdamaian, stabilitas, dan hubungan baik dengan negara-negara tetangga.”

Dalam bagian lain dari wawancara, Sardar Daghighi mengatakan, “Salah satu senator AS baru-baru ini menyatakan, Washington telah melakukan lebih dari empat puluh upaya dan konspirasi untuk menggulingkan Pemerintah di Iran. Mereka telah menggunakan semua skenario ini melawan kami, tetapi Allah selalu berada di pihak kami.”

“Imam (Khomeini) telah menunjukkan kepada kami bahwa kekuatan Barat hanyalah macan kertas. Bagaimanapun, bangsa kami telah melewati periode ini dan kami tidak takut terhadap konsentrasi pasukan musuh di Kawasan. Kami memiliki sasaran musuh di depan kami yang dapat kami serang dengan mudah dan memberi mereka pelajaran bersejarah. Kembalinya musuh dan AS ke meja perundingan adalah tanda ketakutan mereka terhadap kekuatan bangsa Iran.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *