Al-Maliki Nyatakan ‘Tak Peduli’ Kekhawatiran Sebagian Pihak Soal Pencalonannya sebagai Perdana Menteri
POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah wawancara televisi pada Selasa malam 3 Februari, Pemimpin Koalisi Negara Hukum, Nouri al-Maliki membahas isu-isu seputar pencalonannya sebagai Perdana Menteri Irak.
Dilansir Fars, al-Maliki menyatakan bahwa ia belum berbicara dengan al-Sudani tentang penarikan dirinya dari jabatan Perdana Menteri.
“Al-Sudani secara pribadi menarik diri untuk mendukung pencalonan saya sebagai Perdana Menteri. Saya tidak meminta hal itu darinya,” tandas al-Maliki.
Menanggapi ancaman AS terkait pencalonannya sebagai Perdana Menteri, ia mengatakan, “Kekhawatiran yang diajukan oleh beberapa pihak terkait pencalonan saya untuk jabatan Perdana Menteri tidak berdasar dan tidak ada nilainya. Saya datang kali ini dengan tujuan mempersatukan Syiah, Sunni, dan Kurdi. Kekhawatiran beberapa pihak tidak penting.”
Para pejabat Pemerintah AS, mulai dari Menteri Luar Negeri hingga Donald Trump sendiri, telah secara tegas dan tanpa basa-basi menyatakan bahwa jika Nouri al-Maliki terpilih sebagai Perdana Menteri Irak, mereka akan menghukum negara tersebut.
Belum lama ini, Donald Trump dalam pesannya di medsos Truth Social mencuit: “Saya mendengar negara besar Irak mungkin sedang membuat kesalahan besar dengan memilih Nouri al-Maliki sebagai Perdana Menteri sekali lagi. Saat al-Maliki berkuasa terakhir kali, negara itu terjerumus ke dalam kemiskinan dan kekacauan yang parah.”
Dalam pertemuan dengan Pemimpin Partai Demokratik Kurdistan, Masoud Barzani, Duta Besar AS untuk Irak, Joshua Harris menyatakan bahwa AS mendukung Irak yang kuat, stabil, dan sejahtera.
Sembari mengungkapkan kekhawatiran tentang penyambutan Irak, ia mengatakan kepada Barzani bahwa Pemerintah Irak di masa depan harus mengejar hubungan yang “memberikan manfaat nyata bagi rakyat AS dan Irak”.
“Trump tidak mengenal saya dan saya tidak memiliki hubungan dengannya. Alasan nama saya disebutkan adalah karena informasi yang mereka berikan kepadanya. Saya pikir ini adalah operasi penipuan yang menjebak Trump,” tegas al-Maliki.
Calon Perdana Menteri Irak ini menyoroti upaya koalisi Syiah (Kerangka Koordinasi) dalam mencari cara untuk mengatasi kebuntuan ini.
“Kerangka Koordinasi telah menaruh kepercayaan pada saya untuk memimpin Pemerintahan mendatang.”
“Jika Kerangka Koordinasi memutuskan untuk menominasikan calon Perdana Menteri lain, saya akan mematuhi keputusan tersebut.”
Seraya menegaskan bahwa tidak ada negara yang boleh campur tangan dalam urusan dalam negeri Irak, al-Maliki menekankan bahwa Kerangka Koordinasi merupakan blok mayoritas Parlemen dan berhak memilih calon Perdana Menteri.
