Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi Sindir Nasihat ‘Ngawur’ Netanyahu ke Washington, Singgung Dampak Buruk Invasi Irak

POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi melontarkan kritik tajam kepada para pejabat Amerika Serikat dengan menyinggung kembali dukungan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu terhadap invasi ke Irak pada 2002. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di media sosial X pada Kamis Februari, dan memicu sorotan baru terhadap relasi Washington–Tel Aviv dalam isu Kawasan.

Mengutip Kantor Berita Tasnim, Araghchi mengingatkan pejabat Amerika pada dukungan Netanyahu terhadap serangan militer ke Irak dua dekade lalu. Dalam unggahannya, Araghchi menulis secara sarkastik dan mempertanyakan apakah Washington masih menganggap nasihat Netanyahu sebagai rujukan strategis.

Ia juga menyinggung konsekuensi jangka panjang yang ditanggung Amerika Serikat setelah invasi Irak. Pesan tersebut mengarah pada kritik terhadap kebijakan luar negeri AS yang dinilai kerap dipengaruhi oleh rekomendasi keamanan dari Israel.

Dalam unggahan yang sama, Araghchi merujuk artikel opini Netanyahu di Wall Street Journal pada 2002. Tulisan itu mendukung invasi militer ke Irak dengan alasan ancaman program nuklir Saddam Hussein. Seiring waktu, klaim mengenai program nuklir Irak terbukti tidak akurat dan memicu kontroversi global atas legitimasi perang tersebut.

Pada 12 September 2002, Netanyahu menulis ancaman nuklir Irak dapat dihentikan dengan serangan terhadap fasilitas tertentu. Ia juga menyatakan pembongkaran Rezim Saddam sebagai langkah yang diperlukan. Pandangannya saat itu sejalan dengan kebijakan Washington menjelang invasi ke Irak pada 2003.

Pernyataan terbaru Araghchi muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik Kawasan serta perdebatan internasional terkait arah kebijakan keamanan Amerika Serikat di Timur Tengah. Unggahan tersebut menjadi bagian dari narasi diplomatik Teheran dalam merespons dinamika hubungan AS, Israel, dan negara-negara Kawasan.

Tags: