Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi: Jerman Mengemis untuk Kembali Bernegosiasi dengan Iran

POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Abbas Araghchi menanggapi pedas pernyataan dan sikap inkonsisten dan sembrono dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Araghchi di akun resmi X-nya mencuit: ”Dahulu Jerman pernah menjadi motor kemajuan Eropa. Namun hari ini, ia telah menjadi motor kemunduran Eropa.”

Merz, yang dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menyatakan bahwa “Pemerintah Iran tinggal menghitung hari,” kini menyerukan negosiasi dengan Iran.

“Pada September lalu di New York, atas desakan Mr. Merz, ketiga negara Eropa (Jerman, Prancis, dan Inggris) sendiri yang meninggalkan peran mereka dalam negosiasi nuklir. Mereka justru mengejar jalur pemulihan sanksi PBB terhadap Iran. Kini, orang yang sama (Merz) memohon untuk kembali ke negosiasi tersebut,” imbuh Araghchi, dilansir Tasnim.

“Kami orang Iran, sayangnya, telah berkali-kali menyaksikan manifestasi lain dari ketidakdewasaan politik dan perilaku tidak pantas Mr. Merz. Pada Juni 2025, ketika Israel membunuh lebih dari seribu orang Iran, reaksinya adalah kegembiraan. Selain itu, Mr. Merz secara berulang dan terbuka berbicara tentang keruntuhan Iran yang akan segera terjadi, bahkan dalam hitungan minggu, Dia terbuai dalam fantasi semacam itu!”

“Bangsa Jerman adalah bangsa besar yang telah memberikan kontribusi berharga bagi kemanusiaan melalui kerja keras dan inovasi. Iran selalu mencari hubungan yang kuat dan konstruktif dengan Jerman. Oleh karena itu, sangat disayangkan bahwa seseorang seperti Mr. Merz mewakili Jerman di panggung dunia saat ini.”

“Kami berharap kepemimpinan politik yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan terhormat akan kembali ke Jerman,” pungkas Araghchi.

Tags: