Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC: Unjuk Rudal Khorramshahr-4 Sinyal Iran Pantang Mundur dari Kekuatan Pertahanannya

POROS PERLAWANAN – Saat hadir di studio al-Mayadeen di Tehran pada Kamis malam 5 Februari, Wakil Politik Korps Garda Revolusi Islam Republik Islam Iran, Yadollah Javani menyatakan bahwa rudal “Khorramshahr-4” yang baru dipamerkan memiliki daya hancur yang luar biasa dan itu adalah hal yang mesti dipahami musuh-musuh Iran. Menurut Javani, dipamerkannya rudal Khorramshahr-4 membawa pesan khusus, yaitu bahwa meski Iran telah duduk di meja perundingan, ia tidak bersedia melepaskan kekuatan militernya.

“Kami tidak mencari perang, tetapi jika pihak lain membuat kesalahan, kami akan menanggapi dengan tegas. Tim negosiasi Iran tidak ragu-ragu dan memasuki perundingan dengan keyakinan kepada kekuatan dan kemampuan Militer Iran. Kami tidak pernah memercayai pihak lain (AS). Bangsa Iran dengan jelas mengenali musuhnya dan bersatu di sekitar Pemimpin dan Kepala Negara mereka. Kami tidak terpengaruh oleh perang psikologis musuh dan langkah-langkah praktis lainnya. AS-lah yang kembali ke meja perundingan dengan hina. Iran tidak mengubah prinsipnya dalam hal ini,” tandas Javani, Fars melaporkan.

Dalam bagian lain wawancara, Javani, menanggapi pertanyaan tentang pergeseran Iran dari doktrin defensif ke ofensif dan perilisan rudal Khorramshahr-4. Ia mengatakan, ”Rudal ini memiliki daya hancur yang luar biasa. Jika musuh membuat kesalahan, itu bisa menjadi kesalahan terakhir mereka di Kawasan. Hingga saat ini, Iran baru mengungkapkan sebagian kecil dari kemampuan militernya. Mengenai Khorramshahr-4, itu hanyalah salah satu langkah dalam hal ini. AS akan menerima kerusakan yang begitu parah sehingga mungkin tidak mampu menanggungnya.”

Petinggi IRGC itu lalu menjelaskan alasan AS bersikeras untuk bernegosiasi mengenai kemampuan rudal Iran. Menurutnya, itu karena Iran telah mencapai tingkat kekuatan prevensi tinggi di bidang ini, dan AS mengambil tindakan terhadap Tehran.

“Kekuatan pertahanan Iran harus dijaga dan diperkuat. Semua spektrum politik sepakat untuk menjaga kemampuan pertahanan Iran. Musuh tidak akan pernah mampu membuat Iran menyerah dalam hal ini.“

“Musuh berusaha menakut-nakuti pejabat dan masyarakat melalui perang psikologis. Angkatan Bersenjata kami sepenuhnya siap untuk menangkis setiap agresi. Tidak akan ada lagi unsur kejutan (dari musuh). Kami tidak akan menyerahkan kedaulatan kami. Seperti yang telah dinyatakan oleh Pemimpin (Ayatullah Khamenei), mereka berusaha mencaplok Iran, tetapi bangsa kami tetap teguh. Selain itu, saat ini rakyat bukan hanya bersatu, solid, dan teguh, melainkan mereka juga memiliki kemampuan pertahanan yang tangguh.”

“Angkatan Bersenjata kami selalu berupaya untuk menegakkan keamanan di Kawasan, termasuk Teluk Persia dan Selat Hormuz. Jika mereka berusaha mengancam keamanan kami, kami akan menghadapi mereka dengan tegas. Iran telah berulang kali mengirim pesan kepada kekuatan-kekuatan di luar Kawasan agar tidak melakukan kesalahan perhitungan, karena jika perang menjadi regional, apinya akan membakar mereka semua. Iran telah menunjukkan lebih dari siapa pun bahwa ia menghendaki keamanan Kawasan, karena memperkuat keamanan kawasan ini sangat penting bagi kami. Iran telah membuktikan bahwa ia mampu mempertahankan diri dan kedaulatannya.”

Menanggapi laporan tentang kemungkinan latihan militer bersama antara Iran, Rusia, dan China, Javani mengatakan bahwa latihan militer tersebut akan diumumkan secara resmi.

Terkait kehadiran drone Iran di dekat kapal perang AS, Javani mengatakan, ”Tindakan ini didasarkan pada program kami untuk memantau musuh dan mengirim pesan yang jelas bahwa semua pergerakan mereka berada di bawah pengawasan kami.”

“Kami menjaga hubungan yang berkelanjutan dengan negara-negara tetangga dan sahabat, termasuk Rusia dan China. Mengenai kemampuan pertahanan kami, Iran bergantung pada sumber daya dan peralatan dalam negeri. Kami berdiri teguh dan akan menanggapi setiap agresi dengan kuat. Rusia dan China tahu bahwa jika AS, melalui ambisi hegemoniknya, mampu membuka front, mereka juga akan bertindak melawan kepentingan Rusia dan China. Oleh karena itu, para Pmimpin kedua negara ini sangat tidak puas dengan pernyataan Trump. Wajar jika mereka menanggapi ancaman ini. Atas dasar inilah kerja sama kami dengan negara-negara ini terus berlanjut. Kami siap dan memiliki keunggulan.”

Mengenai status IRGC dan pencantumannya dalam daftar organisasi teroris Uni Eropa, Javani mengatakan, ”Apa yang mereka lakukan adalah suatu aib bagi diri mereka sendiri. IRGC dihormati dan dicintai di kalangan negara-negara merdeka. Di bawah kepemimpinan Jenderal Soleimani, IRGC berhasil menghancurkan ISIS di Irak dan Suriah serta menghilangkan ancaman ini dari banyak negara. Sangat konyol bahwa Eropa memasukkan IRGC ke dalam daftar teroris mereka. Ini adalah kesalahan yang mereka buat. Mereka berusaha melancarkan perang psikologis dan menekan Republik Islam Iran dengan dalih-dalih seperti mempertahankan hak asasi manusia. Saya pikir mereka telah membuat kesalahan dan melarikan diri dari tanggung jawab mereka. Setiap hari, melalui tindakan ini, mereka merusak reputasi mereka di dunia. Mereka akan semakin terisolasi dan semakin tergantung pada AS setiap harinya.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *