Ketegangan di Departemen Keuangan AS, Pejabat Sanksi Utama Bersiap Mundur
POROS PERLAWANAN — Pejabat sanksi utama Amerika Serikat, John Hurley, bersiap meninggalkan jabatannya di Departemen Keuangan setelah muncul ketegangan internal dengan Menteri Keuangan, Scott Bessent terkait arah kebijakan sanksi. Informasi ini dilaporkan sejumlah media internasional dan belum mendapat konfirmasi resmi Pemerintah AS.
Hurley menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, posisi strategis yang mengawasi kebijakan sanksi dan sistem pengawasan keuangan global. Ia disebut akan mundur setelah berbulan-bulan terjadi perbedaan pendekatan dan prioritas kebijakan dengan petinggi Kementerian.
Sumber yang mengetahui pembahasan internal menyebut pengunduran diri dipertimbangkan bersamaan dengan opsi penempatan baru dalam struktur Pemerintahan.
Sejumlah posisi diplomatik, termasuk kemungkinan penugasan sebagai duta besar, masuk dalam pembahasan untuk menjaga kesinambungan peran Hurley dalam lingkar kebijakan luar negeri Washington.
Laporan lain menyebut Gedung Putih mempertimbangkan Hurley untuk mengisi jabatan Duta Besar AS untuk Jerman. Posisi itu lama kosong di tengah relasi Washington–Berlin yang sensitif, terutama terkait isu NATO, tarif perdagangan, dan keamanan Eropa.
Pergantian ini terjadi saat kebijakan sanksi tetap menjadi instrumen utama diplomasi Amerika Serikat. Tekanan ekonomi terhadap negara seperti Iran, Rusia, dan Venezuela terus membentuk dinamika geopolitik sekaligus memengaruhi pasar energi global.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi Departemen Keuangan AS terkait waktu pengunduran diri maupun posisi baru Hurley. Informasi yang beredar masih mengandalkan laporan media dan sumber internal Pemerintahan.
Situasi tersebut menandai fase baru konsolidasi kebijakan fiskal dan keamanan finansial di Washington. Pergantian pejabat kunci berpotensi memengaruhi arah sanksi, hubungan diplomatik, dan strategi tekanan ekonomi Amerika dalam jangka menengah.
