Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Laksamana Tangsiri: IRGC Siap Tutup Selat Hormuz Kapan pun Perintah Otoritas Tertinggi Diberikan

POROS PERLAWANAN — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memasuki hari kedua latihan militer di kawasan Selat Hormuz, pada Rabu 18 Februari. Manuver mencakup penembakan rudal jarak jauh dari daratan Iran, pulau-pulau Teluk Persia, dan garis pantai. Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Alireza Tangsiri menegaskan kesiapan menutup jalur pelayaran strategis itu jika perintah datang dari otoritas tertinggi negara.

“Keputusan untuk menutup Selat Hormuz berada di tangan para petinggi sistem, dan sebagai seorang prajurit, saya katakan kami siap melakukan ini kapan pun perintah diberikan,” kata Tangsiri.

Latihan memasuki fase kedua program Pengendalian Cerdas Selat Hormuz. Operasi melibatkan unit tempur, unsur respons cepat, serta pengamanan jalur pelayaran. IRGC mengerahkan sistem pertahanan dan serangan, termasuk kapal peluncur rudal berkecepatan tinggi serta drone ofensif.

Media Kayhan melaporkan sasaran latihan hancur dengan tingkat akurasi tinggi. Sejumlah pengamat militer di lokasi menilai kemampuan tembak presisi meningkat dibandingkan dengan latihan sebelumnya.

Sementara Tasnim melaporkan rudal diluncurkan dari sejumlah titik di daratan dan pulau strategis Iran, lalu menghantam sasaran di kawasan Selat. Unit drone menjalankan misi pengintaian dan serangan di area pengacauan sinyal, menarget objek statis dan bergerak.

Latihan turut memperkenalkan taktik serta sistem persenjataan baru yang belum dipublikasikan karena kerahasiaan militer. IRGC menilai langkah tersebut memperkuat kesiapan menghadapi potensi konflik maritim.

Selama latihan berlangsung, otoritas Iran memberlakukan pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama beberapa jam demi keselamatan navigasi. Setelah kondisi dinyatakan aman, kapal kembali melintas mengikuti prosedur pengamanan.

Tangsiri menekankan perbedaan antara skenario latihan dan operasi tempur nyata. “Senjata yang digunakan pada masa perang berbeda dengan yang terlihat dalam latihan ini,” ujarnya.

Selat Hormuz menjadi jalur vital perdagangan energi global. Pernyataan terkait potensi penutupan Selat tersebut selalu memicu perhatian internasional karena dampak langsung terhadap pasokan minyak dan keamanan maritim Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *