Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Penentangan di Kongres AS Menguat Soal Kebijakan Konfrontatif Trump terhadap Iran

POROS PERLAWANAN — Penolakan terhadap potensi konflik militer dengan Iran kembali mengemuka di Kongres Amerika Serikat. Sejumlah anggota parlemen menilai pendekatan konfrontatif Pemerintahan Donald Trump berisiko menyeret Washington ke perang baru yang tidak didukung publik.

Anggota Kongres AS, Greg Kassar secara terbuka mengkritik arah kebijakan tersebut. Dalam unggahan di platform X, Kassar menulis: “Rakyat Amerika tidak ingin berperang dengan Iran”.

Kassar juga menyoroti pengalaman panjang Amerika dalam konflik luar negeri. “Sepanjang hidup saya, saya menyaksikan para politisi kita mengirim anak-anak orang lain atau pasukan Amerika ke perang tanpa akhir untuk dibunuh. Sudah cukup.”

Pernyataan itu muncul di tengah dinamika diplomasi nuklir yang kembali berlangsung antara Teheran dan Washington.

Menurut laporan IRNA pada Kamis, 19 Februari, putaran kedua pembicaraan nuklir Iran–Amerika Serikat digelar di Jenewa, Swiss, pada Selasa 17 Februari. Pertemuan berlangsung sekitar tiga jam tiga puluh menit dengan agenda konsultasi diplomatik intensif.

Seperti pertemuan sebelumnya, dialog dilakukan secara tidak langsung dengan mediasi Kesultanan Oman. Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi. Tim Amerika dipimpin Perwakilan Khusus, Steve Whittaker bersama Jared Kushner.

Putaran pertama dialog berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat 6 Februari. Kedua pihak menyampaikan pandangan, kepentingan, serta pendekatan masing-masing melalui Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidy sebagai mediator.

Perkembangan ini memperlihatkan dua arus kebijakan yang berjalan bersamaan di Washington. Di satu sisi, jalur diplomasi tetap dibuka melalui negosiasi nuklir. Di sisi lain, kritik internal menguat terhadap opsi konfrontasi militer yang dinilai berisiko tinggi secara politik dan keamanan.

Sebagian anggota Kongres menilai tekanan militer terhadap Iran berpotensi memperburuk stabilitas Kawasan dan tidak sejalan dengan aspirasi publik Amerika yang lelah dengan konflik luar negeri. Pemerintah Federal belum memberikan respons resmi terkait kritik tersebut.

Negosiasi lanjutan Iran–Amerika diperkirakan tetap berlanjut dengan Oman sebagai mediator utama. Fokus pembahasan mencakup isu nuklir, sanksi ekonomi, dan stabilitas Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *