Harga Minyak Tembus 71,91 Dolar AS, Guncang Pasar Energi Global
POROS PERLAWANAN — Lonjakan ketegangan geopolitik di Asia Barat mendorong harga minyak dunia naik ke level 71,91 Dolar AS per barel. Pasar merespons cepat kekhawatiran gangguan pasokan di tengah memanasnya dinamika antara Washington dan Teheran.
Mengutip Reuters pada Kamis 19 Februari, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 25 Sen atau 0,4 persen menjadi 71,91 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 31 Sen atau 0,5 persen ke posisi 66,74 Dolar AS per barel.
Kenaikan ini terjadi setelah pernyataan keras Presiden AS, Donald Trump terhadap Iran. Pasar energi sensitif terhadap setiap sinyal risiko di Kawasan penghasil minyak utama dunia. Spekulan dan pelaku lindung nilai memperketat posisi, mendorong volatilitas harga dalam waktu singkat.
Dampak ketegangan tidak hanya terasa di pasar energi. Harga emas ikut terdongkrak sekitar 2 persen dalam beberapa hari terakhir dan kembali menembus level 5.000 Dolar AS per ons, mencerminkan pergeseran investor ke aset lindung nilai.
Di tengah tekanan tersebut, jalur diplomasi masih terbuka. Putaran baru pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington dimulai di Muscat pada 17 Februari dan berlanjut di Jenewa pada 18 Februari. Agenda utama mencakup isu nuklir dan sanksi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan perkembangan terbaru usai pertemuan di Jenewa. “Ada suasana yang lebih konstruktif kali ini,” ujarnya kepada wartawan Iran.
Araghchi menilai pembicaraan menunjukkan kemajuan dibanding sesi sebelumnya. Penetapan jadwal lanjutan akan dibahas melalui konsultasi di masing-masing Ibu Kota.
Pasar kini menunggu kejelasan arah diplomasi. Setiap perkembangan di meja perundingan berpotensi memengaruhi pasokan dan persepsi risiko, dua faktor utama yang menggerakkan harga energi global.
