Ansarullah: Retorika Perang Baru Indikasikan Poros Perlawanan Tetap Solid
POROS PERLAWANAN — Pejabat senior Ansarullah Yaman menilai pembicaraan mengenai kemungkinan perang baru terhadap Iran dan Poros Perlawanan mencerminkan kegagalan strategis pihak lawan pada fase konflik sebelumnya. Pernyataan muncul di tengah peningkatan tensi politik dan keamanan kawasan.
Mengutip IRNA, Sabtu (21/2/2026), Nasreddin Amer menyampaikan pandangan melalui akun Telegram pribadi. “Pembicaraan tentang perang baru menunjukkan Zionisme global, dengan seluruh kapasitasnya yang belum pernah terjadi sebelumnya, gagal mengatasi poros perlawanan yang terdiri dari kalangan tertindas dan sadar di dunia Islam,” tulisnya.
Amer mempertanyakan konsistensi klaim kemenangan yang beredar dalam beberapa bulan terakhir. “Jika poros perlawanan dan jihad telah dihancurkan seperti yang dipropagandakan, apa tujuan kampanye ini dan pengiriman armada? Pembicaraan tentang perang baru merupakan pengakuan atas kegagalan dalam pertempuran masa lalu,” lanjutnya.
Amer juga menyinggung ketimpangan kekuatan material antara aktor kawasan dan negara-negara besar. Menurutnya, faktor tersebut tidak selalu menentukan hasil konflik. “Kemampuan materiil kelompok tertindas tidak sebanding dengan kekuatan tirani global. Ketergantungan kepada Tuhan menjadi sumber stabilitas dan kemenangan pada konflik mendatang,” tulisnya.
IRNA turut melaporkan komunikasi diplomatik antara pejabat Yaman dan Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Yaman Abdul Wahab Abu Rass pada 12 Februari mengirim pesan kepada Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araqchi bertepatan dengan peringatan ke-47 Revolusi Islam Iran.
Dalam pesan tersebut, Abu Rass menyoroti capaian Revolusi Islam, termasuk berakhirnya ketergantungan terhadap kekuatan asing. Dukungan Iran terhadap isu Palestina disebut sebagai bagian dari komitmen politik kawasan.
Kemajuan ilmiah Iran juga disinggung dalam pesan tersebut, berlangsung di tengah tekanan eksternal dari kekuatan besar. Pesan ditutup dengan penegasan solidaritas Yaman terhadap Iran dan rakyatnya dalam menghadapi ancaman terhadap kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional.
Perkembangan tersebut menunjukkan komunikasi politik dan koordinasi antaraktor dalam poros perlawanan tetap berlangsung di tengah dinamika keamanan Timur Tengah.
