Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah: Tujuan Final Zionis adalah Penghancuran Masjid Aqsa

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato untuk memperingati bulan suci Ramadan, Pemimpin Ansarullah Yaman, Sayyid Abdulmalik al-Houthi menyatakan bahwa meskipun musuh-musuh melakukan tipu daya, seperti pembentukan apa yang disebut Donald Trump sebagai “Dewan Perdamaian” untuk Gaza, kejahatan harian mereka terhadap rakyat Palestina tetap jelas dan nyata.

Diberitakan Fars, al-Houthi menekankan bahwa Musuh Zionis semakin menargetkan situs-situs suci Islam, khususnya Masjid Al-Aqsa, dan memberlakukan pembatasan lebih lanjut terhadap masuknya dan akses jamaah Muslim.

Menurutnya, Rezim Zionis telah menetapkan batas maksimum yang spesifik dan jumlah tetap bagi Muslim untuk masuk ke Masjid al-Aqsa demi beribadah. Al-Houthi menilainya sebagai langkah agresif yang sangat berbahaya.

Pemimpin spiritual Revolusi Yaman menyatakan bahwa salah satu tujuan akhir Yahudi adalah menghancurkan Masjid al-Aqsa, mengakhiri statusnya sebagai situs suci Islam yang besar, dan menggantinya dengan kuil yang mereka klaim.

Al-Houthi mengatakan bahwa musuh-musuh berusaha membawa Umat Islam ke kondisi acuh tak acuh terhadap peristiwa-peristiwa berbahaya yang sedang terjadi di sekitar mereka.

Sembari menyebutkan bahwa pengepungan dan pembunuhan harian di Gaza serta penghancuran rumah-rumah warga belum berhenti, ia mengatakan bahwa kejahatan Zionis di Tepi Barat dan pelanggaran udara yang meluas terhadap Lebanon terus berlanjut.

Pemimpin Ansarullah menyoroti pernyataan Duta Besar AS di Tel Aviv tentang dominasi Rezim atas Kawasan. Ia menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan ini mencerminkan kebijakan AS.

Dengan menegaskan bahwa AS adalah kaki tangan Israel dalam semua kejahatan, agresi, dan konspirasi mereka, al-Houthi mengatakan bahwa pernyataan Duta Besar AS mengonfirmasi bahwa Washington mendukung Zionis dalam upaya mereka untuk mendominasi Kawasan, penduduk, dan sumber dayanya.

Mengacu pada fakta bahwa Umat Islam sedang menghadapi tirani AS dan Israel, ia mengatakan bahwa tirani dan penindasan ini jelas dan nyata, dan satu-satunya jalan keselamatan bagi Umat Islam adalah berpegang teguh pada tali Allah, sementara jalan lain hanyalah pemborosan waktu.

“Dengan kepatuhan Otoritas Palestina terhadap Perjanjian Oslo dan perjanjian-perjanjian selanjutnya, kita telah menyaksikan pelanggaran dan agresi paling terang-terangan di Tepi Barat, termasuk pengusiran penduduk, penghancuran dan penjarahan harta benda mereka, dan satu-satunya cara untuk menghadapi Musuh Israel adalah berjuang untuk kehancurannya,” tandas al-Houthi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *