Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Israel Miliki Bank Kulit Terbesar dengan Kuliti Syuhada Palestina

POROS PERLAWANAN – Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) di Negara Bagian Ohio, Khalid Turaan mengungkapkan bahwa Rezim Zionis telah mendirikan Bank Kulit terbesar di dunia dengan menguliti para syuhada Palestina.

Diberitakan Fars, Turaani di hadapan Komite Kehakiman Senat AS pada Senin 23 Februari menyatakan, Rezim Zionis memiliki Bank Kulit manusia terbesar di dunia, bahkan melampaui China dan India dalam bidang ini.

Bank Kulit Manusia di Israel adalah pusat medis yang menyimpan kulit manusia untuk digunakan di masa depan dalam pengobatan luka bakar dan kanker kulit. Bank ini didirikan pada tahun 1986 di bawah pengawasan Departemen Medis Militer Israel.

Yang membedakan Bank Kulit Israel ini dari bank kulit lainnya di dunia adalah bahwa cadangan organ vitalnya tidak hanya disuplai oleh donor sukarela. Pada tahun 2001, jurnalis Swedia Donald Bostorm dalam laporan investigasinya mendokumentasikan operasi pencurian dan perdagangan kulit dari jenazah korban Palestina. Ini adalah kali pertama masalah ini diungkap ke publik internasional.

Menurut laporan dari Observatorium Hak Asasi Manusia Eropa-Mediterania, para dokter di Gaza telah menemukan bukti fisik pencurian organ pada jenazah yang dikembalikan, termasuk hilangnya ginjal, kornea, hati, dan kulit.

Sejarah kejahatan ini sudah berlangsung puluhan tahun. Pada tahun 2009, Israel secara resmi mengakui bahwa dokter-dokternya mencuri organ dari warga Palestina tanpa izin keluarga mereka.

Jenazah para syuhada Palestina dikembalikan, namun setelah organ-organ mereka dipanen. Organ-organ tersebut digunakan untuk pengobatan tentara Israel atau dijual di pasar gelap internasional. Tindakan ini menjadikan Militer Zionis terlibat dalam perdagangan ilegal yang melanggar Konvensi Jenewa Keempat (yang melindungi jenazah di zona konflik).

Dalam situasi saat ini, terutama setelah serangan Israel terhadap Gaza sejak Oktober 2023, laporan-laporan mengerikan telah diterbitkan berulang kali. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa Israel telah mengembalikan ratusan jenazah yang rusak, beberapa di antaranya kehilangan kepala atau anggota tubuh lainnya, sementara kapas ditempatkan di rongga perut jenazah lainnya.

Ratusan keluarga syuhada telah bersaksi bahwa jenazah anak-anak mereka dikembalikan dengan ginjal, kornea, dan kulit yang telah diambil.

Observatorium Hak Asasi Manusia Eropa-Mediterania juga melaporkan, para dokter menemukan bukti pencurian kornea, hati, ginjal, dan jantung pada jenazah yang dikembalikan oleh Pendudukan setelah ditahan di tempat-tempat seperti Sde Teman.

Yehuda Hiss, mantan Kepala Patolog forensik Israel dan salah satu pejabat terkemuka di Kementerian Kesehatan Rezim tersebut, telah mengakui bahwa selama Intifada pertama dan kedua, pencurian organ Palestina dilakukan di bawah naungan hukum.

Media dan sumber medis mengonfirmasi bahwa tindakan-tindakan ini merupakan bagian dari strategi genosida. Laporan dari TRT dan Anadolu Agency telah mendokumentasikan pengembalian 120 jenazah pada tahun 2025, Sebagian besar di antaranya menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan pencurian organ, termasuk pencungkilan mata dan pengambilan kornea.

Sehubungan dengan ini, penulis Palestina Mohammed Mustafa Shahin mengatakan,“Di hadapan kejahatan-kejahatan ini, komunitas internasional harus membentuk komisi penyelidikan independen di bawah PBB untuk mengungkap pelanggaran hak asasi manusia yang terang-terangan ini.”

Shahin menekankan bahwa kebungkaman dunia di hadapan kejahatan semacam ini memperkuat dominasi kolonialis Zionis dan menindas setiap syahid Palestina dua kali: pertama melalui pembunuhan mereka dan kedua melalui pencurian organ mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *