Justifikasi ala Rezim Jolani Soal Kaburnya Ribuan Teroris ISIS dari Penjara
POROS PERLAWANAN – Beberapa hari setelah tersiarnya berita kaburnya ribuan anggota ISIS yang melarikan diri dari kamp al-Hol di Suriah, Jubir Kemendagri Pemerintahan Abu Muhammad Jolani, Nouruddin al-Babba, akhirnya angkat bicara dan menjelaskan skandal tersebut.
“Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah menarik diri dari kawasan kamp al-Hol sekitar enam jam sebelum pasukan kami tiba,” ujar al-Babba, dilansir Fars.
“Kami terkejut dengan penarikan mendadak dan tidak terkoordinasi SDF dari kamp al-Hol sebelum pasukan kami tiba.”
Pada hari Sabtu lalu, surat kabar AS, Wall Street Journal, melaporkan bahwa Intelijen AS memperkirakan antara 15.000 hingga 20.000 orang, termasuk sejumlah besar anggota ISIS, telah melarikan diri dari kamp al-Hol di Suriah dan kini tersebar di seluruh negara itu.
“Keamanan di kamp tersebut telah runtuh dalam beberapa minggu terakhir setelah pasukan pemerintah Suriah mengusir Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang telah melindungi kamp tersebut selama bertahun-tahun,” kutip Wall Street Journal dari seorang pejabat AS yang disebut mengetahui penilaian intelijen.
Sebelum ini, Financial Times sebelumnya mengutip dari sumber-sumbernya bahwa ribuan tahanan dari al-Hol telah melarikan diri melalui celah di pagar perimeter kamp dan tersebar di seluruh Suriah. Beberapa di antara mereka berhasil mencapai Irak dan Turki secara ilegal.
“Ribuan orang ditahan dalam kondisi yang sangat buruk di kamp al-Hol. Lebih dari 70% dari mereka yang ditahan di sana adalah perempuan dan anak-anak, sebagian besar berasal dari Suriah dan Irak. Situasi kemanusiaan di dalam kamp al-Hol sangat mengerikan menurut standar apa pun,” imbuh al-Babba.
“Kami telah mengidentifikasi lebih dari 138 lubang dan celah di dinding kamp al-Hol, yang dengan bantuan jaringan penyelundupan, telah menyebabkan para penghuni kamp melarikan diri. Kami sedang dalam proses memindahkan penghuni kamp al-Hol ke lokasi alternatif dengan kondisi kemanusiaan yang lebih baik.”
“Wanita dan anak-anak di kamp al-Hol tidak dapat dianggap sebagai kriminal hanya karena hubungan keluarga mereka.”
Menurut Financial Times, belum jelas siapa yang membantu narapidana ISIS melarikan diri di al-Hol. Beberapa menuduh pasukan Jolani, namun yang lain mengatakan bahwa suku-suku lokal yang bekerja sama dengan ISIS membantu mereka melarikan diri.
Hal ini terjadi setelah, berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara SDF dan pasukan Jolani, kendali atas kamp al-Hol telah diserahkan kepada Pemerintah baru Suriah dalam beberapa pekan terakhir.
