Paul Craig Roberts: Perang dengan Iran Berisiko Akhiri Hegemoni AS
POROS PERLAWANAN — Ekonom Amerika Serikat dan mantan pejabat Pemerintahan Ronald Reagan, Paul Craig Roberts menilai perang dengan Iran dapat berujung pada runtuhnya dominasi global Amerika. Dalam analisis terbarunya, Roberts menyebut konflik tersebut tidak mendesak dan berpotensi membawa risiko strategis besar bagi Washington.
Menurut Kayhan pada Kamis 26 Februari, Roberts, yang pernah menjabat di Departemen Keuangan AS serta menjadi kolumnis di The Wall Street Journal, Bloomberg, dan Businessweek, memandang ketegangan terhadap Iran sebagai bagian dari dinamika geopolitik panjang di Timur Tengah.
“Perang dengan Iran tidak perlu dan bersifat opsional. Amerika Serikat tidak seharusnya terlibat di dalamnya”, tulis Roberts. Menurut dia, kekalahan dalam konflik terbuka akan merusak kredibilitas dan posisi hegemonik Amerika di panggung internasional.
Kritik terhadap Kebijakan Timur Tengah
Dalam analisisnya, Roberts menilai kebijakan Washington di Kawasan kerap selaras dengan kepentingan Israel. Dia berpendapat Amerika tidak menjalankan kebijakan luar negeri independen di Timur Tengah.
Roberts juga menyinggung peran Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam eskalasi ketegangan regional. Namun, klaim tersebut merupakan pandangan pribadi Roberts dan tidak disertai bukti resmi dalam tulisannya.
Ia menambahkan bahwa Pentagon kemungkinan mempertimbangkan risiko konflik terbuka dengan Iran sebagai faktor penghambat keputusan militer. “Risikonya tidak terkendali”, tulisnya.
Isu Lobi dan Opini Publik
Roberts turut mengkritik pengaruh kelompok lobi dalam politik Amerika. Dia menyebut praktik pelabelan terhadap kritik kebijakan Israel sebagai bentuk pembungkaman opini berbeda. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan pribadi Roberts dan menjadi bagian dari perdebatan lama di ruang publik AS.
Sejumlah pengamat lain memiliki pandangan berbeda dan menilai kebijakan luar negeri Amerika ditentukan oleh kombinasi kepentingan keamanan nasional, dinamika politik domestik, dan aliansi internasional.
Kapabilitas Militer Iran
Roberts juga menyoroti kemampuan pertahanan Iran. Ia merujuk pada konflik singkat yang disebut “Perang 12 Hari” dan menyatakan rudal Iran mampu menembus sistem pertahanan Iron Dome, sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata.
Pernyataan itu digunakan Roberts untuk menekankan potensi risiko militer jika terjadi konfrontasi langsung. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai rincian teknis klaim tersebut dalam konteks yang ia maksud.
Risiko Eskalasi
Hubungan Amerika Serikat dan Iran telah lama diwarnai sanksi ekonomi, ketegangan militer terbatas, serta perselisihan terkait program nuklir dan pengaruh regional. Setiap eskalasi dinilai membawa implikasi luas terhadap stabilitas energi global dan keamanan Timur Tengah.
Analisis Roberts menambah daftar suara kritis terhadap opsi militer. Di sisi lain, Pemerintah AS berulang kali menyatakan komitmen melindungi kepentingan nasional dan sekutu di Kawasan.
Perdebatan mengenai pendekatan terbaik terhadap Iran masih berlangsung di Washington. Di tengah dinamika tersebut, risiko salah perhitungan tetap menjadi faktor yang diperhitungkan banyak pihak.
