Araghchi Sebut Putaran Ketiga ‘Pembicaraan’ Iran–AS ‘Paling Serius, Panjang, dan Efektif’
POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi menyebut putaran ketiga pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat sebagai salah satu fase paling serius, terpanjang, dan efektif. Kedua pihak, kata dia, hampir mencapai kesepahaman pada sejumlah isu kunci, termasuk aspek nuklir dan sanksi.
Dalam wawancara dengan Jaringan Khabar yang dikutip kantor berita Mehr, Araghchi menyampaikan bahwa negosiasi berlangsung intensif selama hampir enam jam dalam dua sesi. “Hari ini saya dapat mengatakan salah satu putaran negosiasi paling serius dan terpanjang telah berlangsung. Kami hampir mencapai kesepakatan mengenai beberapa isu, dan keseriusan kedua belah pihak terlihat jelas,” ujarnya pada Jumat 27 Februari.
Pembicaraan digelar secara tidak langsung dengan mediasi Menteri Luar Negeri Oman. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, hadir pada bagian tertentu untuk diskusi teknis. “Kehadirannya secara teknis bermanfaat dan konstruktif,” kata Araghchi.
Fokus Nuklir dan Sanksi
Araghchi menegaskan bahwa negosiasi memasuki elemen substantif kesepakatan, baik terkait program nuklir maupun pencabutan sanksi. Menurut dia, sejumlah isu telah mendekati titik temu, meski perbedaan tetap ada. “Kami secara serius memasuki elemen-elemen kesepakatan. Di beberapa isu sudah ada pemahaman yang erat, sementara pada isu lain masih terdapat perbedaan yang wajar,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, tim teknis dijadwalkan memulai pembahasan di Wina pada Senin mendatang dalam kerangka kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional. Langkah ini ditujukan untuk menyelaraskan aspek teknis dengan tuntutan politik kedua pihak.
Araghchi juga memastikan putaran keempat akan digelar dalam waktu dekat, sekitar sepekan lagi. Sebelum itu, setiap delegasi akan menyiapkan dokumen dan melakukan konsultasi di Ibu Kota masing-masing.
Pencabutan Sanksi Jadi Sorotan
Sekaitan dengan sanksi, Iran mengajukan tuntutan yang disebut rinci dan spesifik. “Kami menyampaikan harapan Iran, persyaratan pencabutan sanksi unilateral AS, berbagai dimensinya, serta isu yang berkaitan dengan Dewan Keamanan. Disepakati pembahasan lebih mendalam dilakukan pada pertemuan berikutnya,” kata Araghchi.
Ia menilai dimulainya pembicaraan tingkat ahli mencerminkan peningkatan keseriusan kedua pihak untuk masuk ke pembahasan detail. Menteri Luar Negeri Oman, dalam pesan terpisah, juga mencatat adanya kemajuan signifikan dari proses tersebut.
Putaran ketiga ini menjadi indikator arah baru diplomasi Teheran–Washington setelah periode ketegangan panjang. Hasil konkret masih menunggu pembahasan teknis dan keputusan politik lanjutan di masing-masing Ibu Kota.
