Teguhkan Estafet Kepemimpinan, Dewan Sementara Janji Lanjutkan Garis Perlawanan
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Dewan Kepemimpinan Sementara Iran kembali menggelar pertemuan keduanya pada Minggu 1 Maret, menegaskan tekad untuk menjaga kesinambungan negara di tengah agresi gabungan Amerika Serikat dan Rezim Zionis. Pertemuan ini berlangsung setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani mengumumkan pembentukan Dewan tersebut guna memikul tanggung jawab kepemimpinan sembari menunggu proses konstitusional penunjukan pengganti Pemimpin Tertinggi.
Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Republik Islam Iran, dalam kondisi wafat, pengunduran diri, atau pemberhentian Pemimpin, Majelis Ahli wajib segera mengambil langkah untuk menentukan suksesi. Mekanisme ini kini dijalankan menyusul syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dalam serangan brutal yang dilancarkan AS-Israel pada Sabtu 28 Februari dini hari.
Televisi Pemerintah melaporkan bahwa Sayyid Ali Khamenei syahid di kantornya saat menjalankan tugas kenegaraan, membantah propaganda media yang berafiliasi dengan Rezim Israel dan arus reaksioner regional yang menyatakan bahwa beliau berada di lokasi aman dan tersembunyi. Kesyahidan di garis depan tanggung jawab menjadi bukti komitmennya bersama rakyat.
Anggota Dewan, termasuk Ketua Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa roda Pemerintahan akan tetap berjalan penuh selama masa transisi. Mereka memastikan para komandan baru segera menggantikan posisi para pemimpin yang gugur.
Dewan juga memperingatkan bahwa “musuh yang licik dan khianat” akan segera memahami bahwa bangsa Iran tidak akan tunduk pada teror fisik maupun perang psikologis. Di tengah duka, Tehran justru meneguhkan pesan perlawanan bahwa darah para syuhada adalah bahan bakar bagi kelanjutan perjuangan dan kedaulatan Republik Islam.
