IRGC Umumkan Penutupan Selat Hormuz, Ancam Tindak Tegas Kapal Tanker yang Nekat Melintas
POROS PERLAWANAN – Seorang penasihat Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa setiap lalu lintas kapal tanker akan menghadapi respons militer. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh Kantor Berita Tasnim pada Selasa 3 Maret.
Penasihat Panglima IRGC, Jenderal Ebrahim Jabari merujuk pada perkembangan terkini di Kawasan dan menyebut jalur strategis itu tidak lagi terbuka untuk ekspor energi. Ia menyoroti dampak langsung terhadap pasar global. “Harga minyak telah mencapai 81 Dolar dan dunia menanti kenaikan lebih lanjut. Sebelumnya, sekitar 20 juta barel per hari melintasi jalur ini,” ujarnya.
Ancaman terhadap Kapal dan Jalur Pipa
Jabari menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan bertindak terhadap setiap kapal yang tetap nekat melintas. “Setiap lalu lintas kapal tanker akan menghadapi reaksi dari Angkatan Bersenjata Republik Islam,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Angkatan Laut IRGC dan Angkatan Darat siap melakukan tindakan tegas terhadap kapal yang dinilai melanggar. “Kami tidak akan mengizinkan minyak diekspor dari kawasan ini. Jalur pipa minyak juga berada dalam bidikan kami, dan sumber daya energi Kawasan tidak akan jatuh ke tangan musuh.”
Pernyataan tersebut juga menyinggung ketergantungan Amerika Serikat pada pasokan energi Kawasan. “Setetes minyak pun tidak akan sampai kepada mereka,” tegasnya.
Peringatan untuk Negara Tetangga
Jabari turut memperingatkan negara-negara tetangga Iran agar tidak membantu pihak yang dianggap sebagai musuh. Ia menyebut Iran pernah memberikan dukungan pada masa sulit dan kini mengharapkan sikap yang sejalan. “Babak bersejarah ini akan mencatat siapa yang berdiri di samping bangsa Iran dan siapa yang bergabung dengan kesombongan global.”
Ia juga menyinggung serangan terhadap sebuah sekolah putri yang menewaskan lebih dari 160 siswa dan sejumlah guru. Peristiwa itu disebut sebagai kejahatan serius yang tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa respons.
Di akhir pernyataannya, Jabari menegaskan kesiapan penuh Angkatan Bersenjata Iran untuk menghadapi fase eskalasi saat ini. “Tindakan balasan akan terus berlanjut.”
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global. Setiap gangguan di jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga serta ketegangan militer di kawasan Teluk.
